
Sambal Welut Pak Sabar. (YouTube 10 Best ID).
JawaPos.com - Yogyakarta memang tak pernah kehabisan cerita soal kuliner. Bukan hanya soal gudeg atau angkringan, kota ini menyimpan banyak warung makan tersembunyi yang lokasinya jauh dari pusat keramaian, tapi menawarkan rasa yang luar biasa.
Alih-alih memilih lokasi strategis di tengah kota, beberapa kuliner legendaris ini justru bersembunyi di balik gang sempit, kampung, hingga pasar tradisional.
Tapi jangan salah—rasa dan pengalaman unik yang ditawarkan mampu menarik antrean panjang setiap harinya. Berikut ini empat kuliner anti mainstream di Jogja yang layak Anda sambangi, dikutip dari 10 Best ID, Kamis (8/5).
1. Gudeg Pawon – Menyantap Gudeg Langsung di Dapur
Kalau biasanya gudeg disajikan di meja makan, tidak demikian dengan Gudeg Pawon. Di warung legendaris ini, pembeli masuk langsung ke dapur (pawon) untuk mengambil makanan mereka. Terletak di lorong sempit, suasananya sederhana, tapi antrean panjang sudah terbentuk sejak warung buka pukul 21.30 WIB.
Gudegnya khas, tidak terlalu manis seperti gudeg pada umumnya, dengan daging ayam kampung yang empuk dan sambal krecek yang gurih pedas. Suasana tradisional dan aroma masakan dari tungku menambah kehangatan pengalaman kuliner malam Anda.
Alamat: Jl. Janturan UH/IV No.36, Warungboto, Umbulharjo, Yogyakarta.
2. Warung Mbah Marto – Mangut Lele di Tengah Pedesaan
Berada di tengah kampung dengan akses yang tidak mudah, Warung Mbah Marto tetap menjadi magnet bagi pencinta masakan tradisional. Mangut lele adalah menu andalan, yaitu lele asap yang dimasak dalam kuah santan berbumbu pedas. Lezatnya rasa lele empuk, kuah gurih, dan aroma asap yang khas membuat siapa pun ingin kembali lagi.
Menariknya, pengunjung bisa masuk dapur sendiri, memilih lauk, dan menyantapnya dalam suasana rumah ndeso. Garang asem dan oseng khas desa juga tersedia sebagai pilihan pelengkap.
Alamat: Dusun Nengahan, Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta.
3. Sambal Welut Pak Sabar – Gurih, Pedas, dan Tanpa Duri
Jika Anda pecinta belut, warung ini wajib dikunjungi. Diolah tanpa duri, belut digoreng hingga renyah lalu disajikan dengan sambal yang ditumbuk bersama dalam cobek. Rasanya gurih, pedas, dan bikin nagih. Kesederhanaan warung ini tidak menghalangi popularitasnya—bahkan banyak artis ibu kota pernah mampir.
Sensasi menyantap sambal belut di tengah suasana kampung menghadirkan pengalaman yang tak biasa. Tidak hanya belut, tersedia juga berbagai lauk tradisional lain.
Alamat: Jl. Imogiri Barat KM 10, Bangunharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
