Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Maret 2025 | 15.22 WIB

Makanan Bakar Bisa Picu Kanker? Kenali Risiko dan Cara Menguranginya

Ilustrasi - Resep ayam bakar bumbu madu.

JawaPos.com - Makanan yang diproses dengan cara dibakar memang memiliki cita rasa yang khas dan menggugah selera. Aroma asap yang khas dan tekstur renyah pada bagian luar menjadikannya favorit banyak orang, mulai dari sate, ayam bakar, hingga steak. Namun, di balik kelezatannya, ada risiko kesehatan yang perlu diwaspadai.

Dilansir dari kanal YouTube Tirta PengPengPeng, proses pembakaran dapat menghasilkan zat berbahaya yang berpotensi memicu kanker. Zat ini berasal dari bagian makanan yang gosong akibat suhu tinggi. Oleh karena itu, memahami cara mengonsumsi makanan bakar dengan lebih aman menjadi hal yang penting.

Meskipun tidak semua makanan yang dibakar otomatis berbahaya, kandungan senyawa karsinogenik yang dihasilkan selama proses pemanggangan patut menjadi perhatian. Bagaimana zat ini terbentuk dan bagaimana cara mengurangi risikonya? Berikut ulasannya.

Makanan yang dimasak dengan cara dibakar, terutama yang memiliki bagian hitam atau hangus, mengandung senyawa Heterocyclic Aromatic Amines (HAA) dan Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAH). Kedua zat ini dikategorikan sebagai karsinogen, yaitu senyawa yang dapat memicu perkembangan sel kanker dalam tubuh.

HAA terbentuk ketika daging, ayam, atau ikan dimasak pada suhu tinggi dalam waktu lama. Reaksi kimia antara asam amino, kreatin, dan panas memicu pembentukan zat ini. Konsumsi dalam jumlah besar dan terus-menerus dapat meningkatkan risiko kanker usus besar dan lambung.

Sementara itu, PAH muncul ketika lemak atau minyak menetes ke bara api, kemudian menguap dan menempel pada makanan. Senyawa ini sering ditemukan pada bagian yang gosong dan dikaitkan dengan risiko kanker paru-paru, kulit, serta kandung kemih.

Meski berisiko, makanan yang dibakar tetap bisa dinikmati dengan cara yang lebih aman. Salah satunya adalah menghindari konsumsi bagian gosong yang mengandung konsentrasi tinggi HAA dan PAH. Selain itu, memilih metode memasak yang lebih sehat seperti memanggang dalam oven atau memasak dengan teknik sous-vide sebelum membakar dapat mengurangi produksi senyawa berbahaya.

Merendam daging dalam bumbu marinasi sebelum dibakar juga bisa membantu. Bumbu yang mengandung cuka, lemon, atau rempah-rempah tertentu diketahui dapat memperlambat reaksi kimia yang memicu terbentuknya HAA.

Menjaga kebersihan alat pemanggang juga penting, karena sisa pembakaran yang menempel dapat meningkatkan risiko terbentuknya PAH. Membersihkan pemanggang secara rutin bisa membantu mengurangi kontaminasi pada makanan berikutnya.

Selain itu, memperbanyak konsumsi sayur dan buah yang kaya antioksidan dapat membantu tubuh melawan efek buruk senyawa karsinogenik. Antioksidan berperan dalam melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat zat berbahaya.

Makanan yang dibakar memang lezat, tetapi konsumsinya perlu dibatasi agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, Anda tetap bisa menikmati hidangan favorit tanpa khawatir berlebihan. Hindari bagian gosong, gunakan metode memasak yang lebih sehat, dan perbanyak makanan bernutrisi untuk menjaga kesehatan tubuh Anda.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore