
Ilustrasi lumpia di meja saat perayaan Imlek. (Freepik)
JawaPos.com - Perayaan Tahun Baru Imlek selalu menghadirkan suasana hangat yang lekat dengan kebersamaan keluarga. Di balik hiasan merah, lilin, dan doa-doa baik yang dipanjatkan, meja makan menjadi pusat perhatian.
Bukan tanpa alasan, karena hidangan yang tersaji saat Imlek dipercaya membawa makna simbolis yang merepresentasikan harapan untuk tahun yang baru.
Salah satu makanan yang hampir selalu hadir adalah lumpia. Kudapan gurih ini bukan sekadar pelengkap menu, melainkan menyimpan filosofi mendalam yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Berikut enam makna lumpia dalam perayaan Imlek:
Baca Juga: Diserang RPG, Wali Kota Shariff Aguak Selamat dari Upaya Pembunuhan Ketiga, Pelaku Tewas!
1. Simbol Kemakmuran dan Kekayaan
Lumpia goreng dengan warna keemasan kerap disamakan dengan batangan emas. Bentuknya yang panjang dan berkilau setelah digoreng melambangkan kemakmuran serta harapan akan rezeki yang berlimpah. Tak heran jika lumpia sering dianggap sebagai simbol kekayaan yang ingin “dipanggil” ke dalam kehidupan di tahun baru.
2. Harapan Rezeki yang Terus Mengalir
Dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa, bentuk lumpia yang memanjang juga diartikan sebagai aliran rezeki yang tidak terputus. Menyajikan lumpia di meja Imlek menjadi doa simbolis agar keberuntungan dan peluang baik terus mengalir sepanjang tahun, tanpa hambatan.
3. Lambang Persatuan Keluarga
Kulit lumpia yang membungkus berbagai isian di dalamnya menyiratkan makna kebersamaan. Beragam bahan yang berbeda tetap bersatu dalam satu balutan, layaknya anggota keluarga dengan karakter dan peran masing-masing yang tetap terikat dalam satu ikatan harmonis.
4. Representasi Keseimbangan dan Harmoni
Isian lumpia biasanya terdiri dari kombinasi sayuran, daging, dan bumbu yang seimbang. Dalam filosofi Tionghoa, perpaduan ini mencerminkan prinsip Yin dan Yang, keseimbangan antara dua unsur yang berbeda namun saling melengkapi. Harmoni rasa ini diharapkan juga tercermin dalam kehidupan keluarga sepanjang tahun.
5. Tradisi Kuliner Turun-temurun
Lumpia bukan hanya hidangan populer, tetapi juga warisan budaya yang terus dijaga. Proses membuat lumpia, dari menyiapkan isian hingga menggulungnya bersama, sering menjadi momen kebersamaan lintas generasi. Nilai-nilai budaya, kesabaran, dan kebersamaan pun diturunkan lewat tradisi ini.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
