
Kulineran Satu Hari di Kota Solo: Perjalanan Rasa, Sejarah, dan Suasana “The Spirit Of Java” (YOUTUBE RUMAH CANDA MELKI, Melki )
JawaPos.com - Solo, kota yang juga dikenal dengan nama Surakarta, selalu menghadirkan sensasi berbeda bagi siapa pun yang datang.
Dengan atmosfer hangat, budaya yang kental, dan sebutan penuh makna sebagai The Spirit of Java, kota ini menjadi destinasi yang tidak hanya ramah, tetapi juga sarat cerita.
Dalam tayangan terbaru RUMAH CANDA MELKI, Melki mengajak penonton menyusuri satu hari penuh petualangan rasa—mulai dari sarapan di dekat Stasiun Balapan, berburu legendanya tengkleng, menyantap ayam kampung terkenal, hingga menutup perjalanan dengan eksotisme Kampung Batik Kauman dan serabi Notosuman yang melegenda.
Melalui gaya khasnya yang ringan dan jenaka, perjalanan kali ini menjadi gambaran betapa kuliner dan budaya di Solo menyatu menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.
Setiap sudut kota memberi warna, setiap hidangan menyimpan cerita, dan setiap pertemuan memberikan kehangatan yang terasa akrab.
1. Sarapan di Warung Pak Di, Dekat Stasiun Balapan
Perjalanan dimulai dari landmark legendaris Solo: Stasiun Balapan. Setelah tiba, Melki memilih untuk mencari sarapan di sebuah warung makan sederhana—Warung Makan Masakan Jawa Pak Di, yang letaknya hanya seberang jalan dari stasiun.
Warung ini terkenal dengan pilihan lauk yang sangat lengkap: dari kare, lidah sapi, kikil, babat, telur kecap, hingga sayur bersantan.
Melki mencoba nasi kare dengan lidah sapi, sejenis gulai ringan dengan kuah santan gurih.
Tekstur lidah sapi yang empuk serta aroma kuah kare yang khas membuat menu sederhana ini terasa istimewa.
Warung Pak Di menjadi pilihan ideal bagi penumpang kereta yang baru tiba di Solo dan ingin langsung menikmati kehangatan kuliner rumahan.
2. Tengkleng Klewer Bu Edi: Hidangan Legendaris di Jantung Pasar Klewer
Tak lengkap ke Solo tanpa mencicipi tengkleng, dan Melki memilih salah satu yang paling tersohor: Tengkleng Klewer Bu Edi.
Warung ini berada persis di area Pasar Klewer dan hanya buka sekitar tiga jam, dari siang hingga habis.
Bu Edi menyajikan tengkleng dengan kuah encer tanpa santan—ciri khas tengkleng tradisional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022