
Nasi bungkus ala warteg dengan lauk rumahan autentik tetap jadi favorit pencinta kuliner Indonesia di perantauan. (Istimewa)
JawaPos.com-Jejak kuliner Indonesia di Sydney kini semakin kuat. Tak lagi sebatas warung kecil, hidangan Nusantara mulai hadir dalam format restoran berkonsep lengkap dengan sentuhan budaya dan pengelolaan profesional.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah Pandawa di 220 Pitt Street. Restoran ini memadukan nuansa tradisional dengan interior modern. Menu andalannya mencakup Nasi Kapau, Nasi Padang, Nasi Uduk, hingga berbagai gulai khas Minang. Aneka minuman seperti Es Cendol, Es Doger, dan Es Teler ikut mempermanis sajian Nusantara di tengah kota multikultural itu.
“Menjadikan Pandawa destinasi kuliner nomor satu di dunia dengan cita rasa Nusantara yang menyatukan selera global,” ujar salah satu pendiri, Sugiarto Wijono. Pandawa juga telah mengantongi sertifikasi halal, menjadikannya lebih inklusif bagi pengunjung lintas budaya.
Selain Pandawa, ada pula Shalom di Sussex Street yang dikenal lebih dulu di kalangan diaspora. Konsepnya sederhana, menyajikan menu harian seperti mie ayam, sate, dan nasi campur yang mengingatkan pada warung di tanah air. Sedangkan Medan Ciak menghadirkan cita rasa khas Sumatra Utara dengan andalan seperti bihun bebek dan soto Medan.
Dari warung sederhana hingga restoran berkonsep budaya, ragam kuliner Indonesia di Sydney kini menunjukkan transformasi diaspora: dari nostalgia menjadi identitas yang menembus panggung global. (*)
