
Nasi Kapau di Los Lambuang, Pasa Ateh, Bukittinggi. (Padang Ekspres)
JawaPos.com - Menikmati Nasi Kapau di Los Lambuang, Pasa Ateh, menjadi pengalaman kuliner yang tak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Bukittinggi, Sumatera Barat, yang dikenal sebagai pusat penjaja Nasi Kapau ini setiap hari dipadati pengunjung yang datang untuk mencicipi hidangan khas Minangkabau dengan cita rasa otentik.
Los Lambuang sudah lama menjadi rumah bagi para penjual Nasi Kapau lintas generasi. Berjarak hanya sekitar sepuluh menit berjalan kaki dari Jam Gadang, lokasi ini selalu ramai oleh aroma masakan dan aktivitas para pedagang.
Salah satu penjualnya adalah Fitria atau yang akrab Uni Fit, sudah belasan tahun berjualan dan merupakan generasi kedua dalam keluarganya.
Dikutip dari Padang Ekspres (Jawa Pos Grup), Uni Fit menjelaskan, Nasi Kapau memiliki sejumlah menu utama yang menjadi identitasnya, mulai dari tunjang, usus, tambusu, dendeng, pangek ikan, babat, hati, hingga berbagai olahan ayam dan rendang.
Sayur Kapau sendiri adalah hidangan pelengkap yang wajib hadir menjadi salah satu ciri khas yang membedakannya dari masakan Minang lain. Menu seperti usus, tambusu, tunjang, dan dendeng disebut sebagai yang paling banyak diburu pengunjung, termasuk wisatawan dari luar kota.
Menurut Uni Fit, keistimewaan Nasi Kapau terletak pada racikan bumbunya yang diwariskan turun-temurun. Teknik memasak tradisional membuat cita rasanya tetap konsisten dari generasi ke generasi. Semua bumbu diolah secara alami, baik untuk sayur maupun lauk utama.
Yang tidak kalah menarik, penyajian Nasi Kapau memiliki gaya tersendiri. Alih-alih etalase kaca, berbagai menu ditata bertingkat menyerupai tangga, dengan penjual duduk lebih tinggi dari pembeli.
Saat menyendokkan lauk, mereka menggunakan sanduak panjang untuk menjaga higienitas dan memudahkan pengambilan dari rak yang tinggi.
Satu porsi Nasi Kapau dibanderol Rp 33.000, sedangkan porsi tambua dijual Rp 38.000. Banyak pengunjung menilai harga tersebut sepadan dengan pengalaman kuliner yang ditawarkan, mulai dari rasa hingga penyajian yang khas.
Bagi para penjual seperti Uni Fit, Nasi Kapau bukan sekadar makanan atau komoditas jual beli, melainkan bagian penting dari budaya Minangkabau yang perlu terus dijaga. Ia berharap kuliner ini dapat tetap bertahan dan diwariskan kepada generasi selanjutnya.
Selain Los Lambuang, kawasan Pasa Ateh dan sekitar Jam Gadang juga menawarkan berbagai kuliner khas lainnya seperti aneka olahan sanjai, pisang panggang, hingga pisang bakar. Keberagaman rasa yang hadir di pusat kota ini menjadikan Bukittinggi sebagai salah satu destinasi kuliner terbaik di Sumatera Barat sebuah kota yang tidak hanya menyajikan makanan, tetapi juga warisan cerita dan tradisi.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
