Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 17 Oktober 2025 | 06.50 WIB

Resep Kerak Telor: Cita Rasa Betawi yang Tak Lekang Waktu, Kini Bisa Kamu Coba Sendiri di Dapur

Sajian kerak telor khas Betawi (YouTube Eddy Siswanto) - Image

Sajian kerak telor khas Betawi (YouTube Eddy Siswanto)

JawaPos.com - Di tengah modernisasi Jakarta yang serba cepat, aroma gurih kerak telor yang dipanggang di atas bara arang tetap jadi penanda khas budaya Betawi. Makanan sederhana ini bukan sekadar jajanan pasar, tapi simbol identitas dan sejarah panjang masyarakat Betawi. Dari aroma kelapa serundeng yang harum hingga renyahnya kerak di pinggir, kerak telor menyimpan cerita tentang kreativitas dan kehangatan khas warga Jakarta tempo dulu.

Dilansir dari Indonesiakaya.com, kerak telor mulai dikenal sejak masa kolonial Belanda, ketika masyarakat Betawi di kawasan Menteng berinteraksi dengan budaya Eropa. Terinspirasi dari omelet, mereka memodifikasinya dengan bahan lokal: beras ketan menggantikan mi, serta telur bebek dan ayam sebagai sumber protein utama. Hasilnya adalah paduan gurih dan lembut yang kaya cita rasa.

Sementara itu, laman senibudayabetawi.com menyebut bahwa kerak telor sudah menjadi bagian dari pesta rakyat Betawi sejak zaman kolonialisme. Hidangan ini sering disajikan di hajatan, pasar malam, dan perayaan besar sebagai simbol kemakmuran. Proses memasaknya pun menjadi daya tarik tersendiri. Wajan kecil yang dipanaskan di atas bara, adonan ketan dan telur yang kemudian dibalik menghadap api hingga terbentuk kerak kecokelatan yang harum menggoda.

Kini, kerak telor tak hanya bisa ditemukan di Pekan Raya Jakarta atau di pinggir jalan. Berkat kemajuan teknologi dapur, makanan legendaris ini bisa dibuat di rumah tanpa harus pakai bara arang. Dalam video di kanal YouTube-nya, Chef Eddy Siswanto menunjukkan cara praktis membuat kerak telor rumahan dengan teflon yang hasilnya tetap gurih, renyah, dan autentik dan tentu saja bisa kamu praktekkan sendiri di rumah.

Resep Kerak Telor Rumahan ala Chef Eddy Siswanto

Bahan Utama:

  • 2 butir telur bebek (bisa campur 1 bebek + 1 ayam agar rasa lebih ringan)
  • 75 gram beras ketan putih, cuci bersih lalu rendam minimal 1 jam
  • 3 sdm air untuk memasak ketan
  • Serundeng kelapa (lihat bahan di bawah)
  • Udang rebon sangrai secukupnya
  • Bawang goreng secukupnya untuk taburan

Bahan Serundeng Kelapa:

  • ½ butir kelapa parut
  • 15 gram bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 5 buah cabai merah keriting, buang biji jika tak ingin pedas
  • 2 butir kemiri sangrai
  • 5 gram kunyit segar
  • 20 gram lengkuas, potong kecil
  • 1 batang serai, iris halus
  • 3 lembar daun salam
  • 3 lembar daun jeruk
  • 1 gram ketumbar bubuk
  • 5 gram kaldu ayam bubuk
  • 10 gram gula pasir (tambahkan setelah serundeng benar-benar dingin)
  • Sedikit minyak untuk menumis

 Langkah Membuat Serundeng:

  1. Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai, kemiri, kunyit, lengkuas, dan serai (bisa pakai chopper).
  2. Tumis bumbu halus bersama daun salam dan daun jeruk hingga harum.
  3. Tambahkan ketumbar dan kaldu bubuk, aduk rata.
  4. Masukkan kelapa parut, kecilkan api, dan aduk terus hingga kering serta berwarna kecokelatan.
  5. Setelah matang, keluarkan daun salam dan daun jeruk, dinginkan.
  6. Setelah benar-benar dingin, tambahkan gula pasir dan aduk rata.

Tips: Jangan tambahkan gula saat serundeng masih panas agar tidak lembek.

Langkah Membuat Kerak Telor:

  1. Masak beras ketan yang sudah direndam bersama 3 sdm air di wajan kecil hingga matang seperti nasi.
  2. Pecahkan 2 butir telur bebek ke wadah, kocok lepas.
  3. Tambahkan 2 sdm serundeng kelapa dan sedikit udang rebon sangrai ke dalam telur, aduk rata.
  4. Tuangkan campuran telur di atas nasi ketan matang (gunakan wajan teflon).
  5. Masak dengan api kecil sambil dimiringkan perlahan agar bagian pinggir membentuk kerak.
  6. Setelah bagian bawah kecokelatan, biarkan hingga telur matang sempurna tanpa dibalik.
  7. Angkat, letakkan di piring, lalu taburi dengan serundeng, udang rebon, dan bawang goreng.

Menurut Chef Eddy Siswanto, ada beberapa hal penting yang sering kali luput saat orang mencoba membuat kerak telor di rumah. Kuncinya bukan hanya pada bahan, tapi juga pada kesabaran dan cara mengolahnya. Gunakan api kecil agar adonan matang merata tanpa membuat bagian bawahnya gosong. Jika ingin menghadirkan aroma autentik seperti kerak telor yang dijajakan di acara Pekan Raya Jakarta, kamu bisa menambahkan sentuhan "bakar" dengan menyorot torch ringan di bagian bawah adonan untuk memberikan efek gosong alami yang khas dan menggugah selera.

Selain itu, pastikan beras ketan dimasak hingga benar-benar matang sempurna. Tekstur kerak telor yang lembut dan gurih sangat bergantung pada hal ini karena beras yang setengah matang akan terasa keras dan mengganggu cita rasa. Saat sudah matang dan disajikan hangat, perpaduan kerak renyah, telur gurih, kelapa serundeng yang wangi, dan taburan bawang goreng menciptakan harmoni rasa yang tak tertandingi.

Namun, kerak telor bukan sekadar soal rasa. Di setiap lapisannya, ada cerita panjang tentang identitas dan kebanggaan masyarakat Betawi. Dari masa kolonial hingga sekarang, makanan ini terus bertahan di tengah gempuran kuliner modern. Kesederhanaannya justru menjadi daya tarik utama, berupa sebuah simbol bagaimana sesuatu yang dibuat dengan ketulusan bisa melampaui waktu. Kini, siapa pun bisa membawa kembali nostalgia itu ke dapur masing-masing, menghadirkan cita rasa Jakarta tempo dulu di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern.

Pada akhirnya, kelezatan sejati tidak hanya berasal dari bahan yang mahal atau teknik yang rumit, melainkan dari proses yang sabar, tangan yang tulus, dan cinta pada tradisi yang diwariskan. Seperti kata Chef Eddy Siswanto, "Kerak telor itu sederhana, tapi di balik kesederhanaannya ada rasa rumah, ada cerita, dan ada budaya yang hidup di setiap gigitan."

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore