
Pho, hidangan hangat khas Vietnam yang mendunia (Vietnam Travel)
JawaPos.com - Pho, hidangan mi kuah asal Vietnam, bukan hanya makanan khas, melainkan juga salah satu ikon kuliner terkenal yang sudah mendunia. Dilansir Vietnam Travel, legenda dan sejarah seputar pho penuh warna dan panjang. Di Hanoi, Ibu Kota Vietnam, pho menjadi menu sarapan andalan masyarakat.
Sejak pagi, pedagang kaki lima menyiapkan dagangan mereka di trotoar, diselimuti uap panas dari kuah yang mendidih. Semangkuk pho disusun dengan, mi beras lembut, irisan daging, lalu disiram kuah panas, dan ditaburi daun bawang serta rempah segar.
Setiap orang bisa menyesuaikan rasa sesuai selera, mulai dari perasan jeruk lemon, cabai merah, daun basil, hingga sedikit saus hoisin. Pengalaman menyantap pho bahkan disebut sebagai hal wajib bagi siapa pun yang berkunjung ke Vietnam.
Asal-Usul Pho: Dari Nam Dinh ke Hanoi
Secara geografis, Nam Dinh diyakini sebagai tempat lahirnya pho. Namun, secara spiritual, Hanoi dianggap sebagai rumah sejati dari hidangan ini. Sejarah pho bermula pada akhir abad ke-19, ketika kolonialisme Prancis mendorong konsumsi daging sapi di Vietnam. Permintaan tersebut menghasilkan limbah tulang sapi yang kemudian dimanfaatkan pedagang Tionghoa dan Vietnam untuk memperkaya cita rasa kuah.
Awalnya, pho merupakan hasil pengembangan dari sajian sederhana bernama xáo trâu, mi beras dengan irisan daging kerbau. Seiring waktu, daging kerbau diganti dengan daging sapi, mi beras dipertegas bentuknya, dan kuah diubah hingga tercipta pho khas Hanoi.
Para pekerja migran asal Yunnan dan Guangdong menyukai hidangan baru ini karena mirip masakan di kampung halaman mereka. Orang Vietnam pun jatuh cinta pada rasa gurih sapi. Pada 1930-an, pedagang keliling dengan gánh pho atau kitchen portable yang dipikul dengan bambu, sudah menjadi pemandangan umum di kawasan Old Quarter, Hanoi.
Sejak itu, pho melekat dalam kehidupan masyarakat Vietnam. Bahkan, penyair Tu Mo menulis puisi “An Ode to Pho” untuk merayakan kelezatan pho, makanan yang digemari baik oleh rakyat biasa maupun kalangan elite.
Namun perjalanan pho tak selalu mulus. Masa-masa sulit membuat semangkuk pho sederhana tetap hadir di jalanan. Perubahan paling mencolok terjadi pada 1954, ketika jutaan warga utara bermigrasi ke Vietnam Selatan.
Di wilayah selatan yang lebih makmur, kuah pho dibuat lebih manis dan disajikan dengan tambahan beragam rempah serta saus, termasuk hoisin dan cabai. Hingga kini, perdebatan “pho utara vs pho selatan” masih berlangsung. Pho Hanoi dianggap lebih sederhana, sementara versi selatan dikenal kaya topping. Meski begitu, keduanya tetap menggugah selera.
Rekomendasi Tempat Mencicipi Pho Autentik
Bagi wisatawan yang ingin merasakan pho autentik, sejumlah tempat legendaris bisa menjadi pilihan.
Dilansir Michelin Guide, Pho Minh yang berlokasi di gang kecil Kota Ho Chi Minh sudah berdiri sejak 1945. Tempat ini terkenal dengan sup mi daging sapi klasiknya. Pilihan daging meliputi tenderloin, brisket, dan potongan lain sesuai ketersediaan pada hari itu.
Selain pho, kue pastry hangat bernama pâté chaud yang berisi daging dengan kulit pastry renyah juga menjadi favorit. Namun, pengunjung harus datang pagi karena Pho Minh sudah tutup pukul 10.00.
Seorang pengunjung dengan akun Devlourent menulis di laman Tripadvisor, “Pertama kali di sini untuk mencoba pho asli dari negara asal. Ternyata benar-benar lezat dan bahkan tanpa banyak rempah tambahan tetap terasa nikmat. Pilihan dagingnya juga lengkap, ada brisket dan tenderloin”.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
