
Suasana di HABBIT Eatery Coffee and Beer, Kota Malang (Instagram @habbit_eatery)
JawaPos.com – Jalan Ijen di Kota Malang dikenal dengan nuansa klasiknya yang tenang dan rindang. Menjadi salah satu kota yang terkenal dengan kulinernya, kini cafe-cafe unik mulai merajalela di Kota Malang, tidak terkecuali di sepanjang Jalan Ijen, Kecamatan Klojen.
Di balik deretan bangunan berarsitektur kolonial, ternyata tersimpan berbagai cafe unik yang menawarkan pengalaman ngopi di luar kebiasaan.
Di tengah maraknya cafe modern yang seragam dari segi desain dan menu, tiga kafe di kawasan Jalan Ijen ini justru tampil beda. Mulai dari nuansa artsy, sentuhan vintage, hingga konsep tropikal yang tenang, setiap tempat menawarkan pengalaman yang tak hanya memanjakan lidah, tapi juga mata dan pikiran.
Berbeda dari yang lain, tim Jawa Pos telah merangkum tiga rekomendasi cafe dengan konsep anti mainstream di Jalan Ijen, Kota Malang!
1. Cafe Bunker Gedong Ijen
Dengan konsep yang memadukan sejarah dan gaya hidup modern, Kafe Gedong Ijen menjadi destinasi menarik bagi pecinta kopi dan sejarah yang ingin merasakan sensasi berbeda di Kota Malang.
Pasalnya, cafe tersebut menawarkan pengalaman ngopi yang unik, yaitu ngopi di dalam bunker peninggalan kolonial Belanda. Tim Radar Malang (Jawa Pos Group) menginformasikan bahwa cafe ini terletak di Jalan Terusan Ijen 2B dan memanfaatkan bunker bawah tanah dengan luas kurang lebih 80 meter persegi.
Meskipun merupakan bangunan tua, bunker tersebut sudah direnovasi dengan pencahayaan hangat dan ventilasi udara, sangat jauh dari kesan mistis yang melekat pada bangunan-bangunan pra-sejarah lainnya.
Memadukan sejarah dan gaya hidup modern, Kafe Gedong Ijen merupakan pilihan tepat untuk penikmat kopi dan sejarah yang ingin merasakan sensasi berbeda di Kota Malang. Gedong Ijen buka setiap hari dengan jam operasional: Senin–Jumat pukul 10.00–23.00 WIB, Sabtu pukul 10.00–00.00 WIB, dan Minggu pukul 07.00–23.00 WIB.
2. HABBIT Eatery Coffee and Beer
Habbit Eatery memiliki daya tarik tersendiri karena mengusung konsep ruang yang bernuansa hangat dan klasik, layaknya sedang berkunjung ke rumah nenek di akhir pekan. Interior bergaya kolonial yang dipertahankan dengan sentuhan furnitur kayu jadul, lantai tegel, serta dinding-dinding putih beraksen jendela besar membuat suasana terasa akrab dan menenangkan.
Selain itu, keunikan Habbit terletak pada kombinasi yang jarang ditemui: menyajikan aneka hidangan lezat, kopi, dan bir dalam satu tempat dengan atmosfer vintage yang tidak dibuat-buat.
Hidangan yang disajikan pun beragam, mulai dari makanan khas Indonesia seperti nasi goreng dan mie yamin, Habbit Eatery juga menyediakan makanan western seperti berbagai jenis pasta hingga steak.
Memiliki nilai 4.5 dari 5 pada laman Google, Wanderlog merekomendasikan Habbit Eatery sebagai tempat makan dan ngopi yang wajib dikunjungi ketika berada di Malang.
Beroperasi dari pukul 12.00 hingga 00.00 setiap hari, Habbit Eatery Coffee and Beer menjadi pilihan menarik bagi mereka yang mencari tempat makan dengan suasana berbeda di pusat Kota Malang.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
