
Kuliner Legendaris Semarang. (Dok. Instagram @lala.arila)
JawaPos.com – Semarang adalah pusat ibu kota Jawa Tengah yang memiliki banyak keistimewaan di dalamnya, bukan cuma tentang Lawang Sewu atau Kota Lama saja, tetapi tersimpan pula beragam kuliner legendaris yang tidak lekang dimakan waktu.
Meski zaman terus berkembang, cita rasa makin beragam, makanan legendaris tetap mempunyai tempat tersendiri di hati para pecintanya.
Jika kamu sedang berada di Semarang, mencoba kuliner legendaris ini adalah pengalaman yang wajib dicoba. Berikut lima kuliner legendaris di Semarang yang bukan cuma bertahan karena nama besar, tapi juga karena rasa yang terus dijaga hingga kini.
1. Lunpia Gang Lombok
Tidak sah rasanya jika berkunjung ke semarang tapi tidak mencoba kuliner khasnya. Seperti yang kita tahu Semarang memiliki julukan sebagai Kota Lunpia, maka alangkah baiknya saat berada di Semarang kita mencicipi lunpia yang sudah terkenal sejak zaman dahulu.
Dilansir dari unggahan pengguna Tiktok @foodnusantara.id pada Kamis (15/5), Lunpia Gang Lombok merupakan lunpia paling legendaris yang sudah ada sejak sejak tahun 80’an dan tetap eksis hingga saat ini.
Tempat kuliner yang berlokasi di daerah gang Lombok No.11 Kecamatan Semarang Tengah ini memiliki dua macam varian yang dapat dicicipi oleh para pengunjung. Pertama ada lunpia goreng yang rasanya krispi diluar, dan ada lunpia basah.
2. Nasi Ayam Yu Nah MT Haryono
Nasi Ayam satu ini merupakan nasi legendaris khas semarang yang memiliki harga yang sangat terjangkau. Berlokasi di daerah MT Haryono, Karangkidul, Semarang Tengah, cocok dikunjungi bagi para pengunjung yang penasaran dengan cita rasa khas Semarang.
Dilansir dari unggahan pengguna Tiktok @lennyyuliaa7 pada Kamis (15/5), tempat makan ini sudah ada sejak tahun 1994 yang memadukan rasa gurih dari nasi uduk yang dipadukan dengan telur pindang, serta suwiran ayam menjadi kolaborasi yang cocok untuk dicoba. Memiliki porsi yang berlimpah dan harga yang terjangkau, juga cita rasa yang terjaga dari dulu sampai sekarang, tempat ini menjadi alasan kenapa para pengunjung harus mencicipinya.
3. Tahu Serasi Oom Shin
Tahu Serasi Oom Shin merupakan tempat tahu legendaris semarang yang sudah berdiri sejak tahun 1980. Memiliki konsep yang unik dimana para pengunjung bisa melihat proses pembuatan tahunya secara langsung yang menjadi alasan tempat ini cocok dikunjungi bagi yang ingin berkuliner sambil belajar hal baru.
Dilansir dari unggahan pengguna Tiktok @ludendotid pada Kamis (15/5), tempat kuliner yang berada di darah Bandungan, Kabupaten Semarang ini menyediakan experience yang seru untuk para pengunjung tidak bisa didapatkan di tempat tahu lain. Selain itu, tempat ini juga memiliki tempat yang lumayan luas dan nyaman serta beragam variasi tahu dengan harga terjangkau yang menjadi alasan lain kenapa tempat satu ini wajib untuk dikunjungi.
4. Soto Bokoran
Soto Bokoran adalah tempat soto paling legendaris yang sudah berdiri sejak tahun 1949 dan masih ramai pengunjung hingga saat ini. Memiliki porsi yang jumbo dan citarasa yang khas sejak dahulu menjadi alasan kenapa tempat ini bisa tetap ramai hingga sekarang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
