Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 Mei 2025 | 20.25 WIB

Rekomendasi 10 Kuliner Tradisional Khas Surabaya yang Sulit Dicari di Daerah Lain, Destinasi Wajib saat ke Kota Pahlawan  

Rujak Cingur Genteng Durasim. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos) - Image

Rujak Cingur Genteng Durasim. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)

JawaPos.com – Surabaya dikenal sebagai kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia. Namun di balik hiruk-pikuknya, kota ini menyimpan kekayaan kuliner yang luar biasa menggoda.

Dari makanan tradisional yang sarat sejarah hingga sajian modern dengan sentuhan lokal, kuliner Surabaya memiliki cita rasa yang unik dan khas. 

Dilansir dari laman YouTube 10 Best ID, ada sejumlah kuliner ikonik dari Surabaya yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Kelezatan makanan Surabaya tidak hanya terletak pada rasanya, tetapi juga pada kisah budaya di balik tiap sajiannya.

Bagi pencinta kuliner Nusantara, menjelajahi kuliner Surabaya adalah pengalaman yang tak boleh dilewatkan.

  1. Rujak Cingur 

Tidak lengkap membahas kuliner Surabaya tanpa menyebut rujak cingur. Hidangan ini memadukan sayuran matang, buah segar, dan tentu saja cingur atau hidung sapi yang menjadi ciri khasnya.

Rujak ini terdiri dari dua jenis: versi matang dengan bahan rebus seperti kangkung, tempe, dan tahu, serta versi campur buah seperti bengkuang, nanas, dan mangga muda. Semua bahan itu disiram bumbu petis beraroma tajam yang menggugah selera.

Ada beberapa spot rujak cingur yang cukup terkenal di Surabaya, seperti Genteng Durasim di kawasan Genteng dan Joko Dolog di Taman Apsari.

  1. Sate Kelopo 

Sate khas Surabaya ini berbeda karena dagingnya dilumuri kelapa parut sebelum dibakar. Proses ini menghasilkan rasa gurih dan aroma khas yang tak ditemukan di sate lain.

Kelapa yang sedikit gosong saat dibakar memberi tekstur renyah yang berpadu sempurna dengan daging empuk dan bumbu kacang.

Sajian ini sangat cocok untuk pencinta sate yang ingin mencoba varian baru. Yang populer ada di Jalan Wali Kota Mustajab, ada pula di kawasan Pasar Pucang.

  1. Lontong Balap – Legenda dari jalanan surabaya

Nama "balap" berasal dari cara para penjualnya dulu yang berlari-lari sambil memikul dagangan. Lontong balap terdiri dari lontong, tahu goreng, tauge, dan lento (perkedel dari kacang tolo).

Kuahnya kaya akan cita rasa petis dan biasanya dinikmati dengan sate kerang. Perpaduan gurih, manis, dan sedikit pedas menjadikannya menu yang sangat digemari.

Bila anda mengunjungi Jalan Kranggan, anda akan mendapati deretan warung lontong balap yang juara. Tinggal pilih saja, semuanya enak!

  1. Tahu Tek 

Tahu tek, atau tahu telur, adalah sajian sederhana yang mengandalkan kekuatan bumbu kacang dan petis. Potongan tahu digoreng dengan telur lalu disajikan dengan kentang, tauge, kerupuk, dan sambal.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore