
Ilustrasi street food di Surabaya. (Pexels.com/SirhanBahasuan)
JawaPos.com - Surabaya yang dijuluki Kota Pahlawan ini tidak hanya dikenal dengan aksi heroiknya, melainkan berbagai kuliner khasnya. Di sana kita bisa menikmati berbagai cita rasa nusantara, baik itu makanan pedas, manis, gurih, garing, hingga berkuah.
Kuliner di Surabaya ini sangat unik dan beragam, bahkan sudah hadir sejak puluhan tahun lalu. Maka tidak heran, jika para wisatawan dalam negeri maupun mancanegara sangat mengincar makanan ini, terutama street food atau kuliner jalanan.
Merangkum dari laman Traveloka dan Lapis Pahlawan pada Sabtu (26/04) inilah rekomendasi 12 street food di Surabaya yang sayang untuk dilewatkan :
1. Bebek Purnama
Bebek Purnama yang berada di Jl. Dinoyo No. 4, Keputran, Surabaya ini jangan sampai dilewatkan, tempat makan ini buka mulai dari pukul 16.00-23.00. Warung kaki lima yang satu ini terkenal dengan sajian bebek dan serundeng kelapa gorengnya yang gurih.
Kemudian dipadu dengan nasi hangat, sambal pedas, dan lalapan segar, bebek goreng Purnama bisa jadi santapan makan malam yang lezat. Selain itu, jika kamu tidak terlalu suka bebek, masih ada lauk lain seperti ayam, ati ampela, dan tahu tempe.
2. Lontong Balap Pak Gendut
Mungkin nama Lontong Balap Pak Gendut ini sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Surabaya. Lokasinya ada di Jl. Embong Malang No. 38, Genteng, Kec. Genteng, Surabaya
Jam operasional kedai makanan ini mulai dari pukul 07.00-23.00. Kuliner ini sangat legendaris karena sudah dibuka sejak 1958 oleh orang tua Pak Gendut, nama lontong balap “Pak Gendut” baru tercetus pada tahun 1995 berkat postur tubuh pemiliknya yang gendut.
Dengan harga yang terjangkau, kamu bisa menikmati seporsi lontong balap mulai dari Rp 18.000 saja. Satu porsinya terdiri dari lontong, lentho, tahu, tauge, sambal petis, kecap, dan kuah yang gurih. Selain menu utamanya, mereka juga menyediakan sate kerang yang bisa disantap bersamaan dengan lontong balap.
3. Gule Maryam H. Safili
Kamu bisa melipir ke daerah Ampel, alamat tepatnya ada di Jl. KH. Mas Mansyur No. 10-14, Ampel, Kec. Semampir, Surabaya dengan jam operasional setiap hari mulai dari pukul 00.00-07.00.
Gule Maryam dihidangkan dengan roti maryam goreng yang terbuat dari tepung gandum dan gule kacang hijau berisi daging kambing. Ada dua cara memakan gule maryam. Yang pertama, gule disiram ke roti maryam dan kedua, sobek roti maryam lalu dicelup ke gule.
4. Rawon Kalkulator
Menurut Taste Atlas, Rawon adalah sajian yang berhasil menduduki peringkat pertama sebagai sup terenak di dunia pada tahun 2023. Di Surabaya sendiri, ada Rawon Kalkulator terkenal dengan penjualnya yang bisa menghitung harga makanan dengan cepat tanpa bantuan alat menghitung.
Dengan harga mulai dari Rp 20.000, kamu sudah bisa menyantap seporsi rawon yang berisi daging sapi dan kuah hitam. Kamu bisa mengunjungi langsung ke Sentra PKL Taman Bungkul, Jl. Raya Darmo, Darmo, Kec. Wonokromo, Surabaya.
Jangan khawatir, Rawon Kalkulator ini buka setiap hari mulai dari pukul 09.00-03.00 WIB.
5. Soto Ayam Cak To
Di warung Cak To yang legendaris ini, kamu akan disajikan soto khas Lamongan yang enaknya nagih. Seporsi sotonya terdiri dari ayam suwir, tauge, bihun, dan kuah yang gurih dan kental.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
