
Ilustrasi aset digital cryptocurrency atau kripto. (Wealth Professional).
JawaPos.com - Industri kripto membutuhkan banyak talenta profesional. Bisnis digital ini tidak melulu soal developer. Sumber Daya Manusia (SDM) unggul menjadi jalan menciptakan Industri yang sehat.
Hal ini sekaligus menjawab tantangan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), sebanyak 23.470 pekerja mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang Januari hingga Mei 2026.
Saat ini industri blockchain dan aset digital di Indonesia sudah semakin berkembang. Sejalan dengan itu, kebutuhan terhadap talenta dengan berbagai keahlian, mulai dari teknologi, kepatuhan (compliance), manajemen risiko, pemasaran, hingga pengembangan bisnis yang terus meningkat.
CEO Upbit Indonesia, Resna Raniadi mengatakan, terjadinya pergeseran industri seperti saat ini perlu dimanfaatkan oleh profesional mengembangkan potensi baru. Perlu adanya penyesuaian dengan kebutuhan industri untuk masa depan.
"Transformasi digital telah mengubah kebutuhan dunia kerja secara signifikan. Saat ini, perusahaan tidak hanya mencari talenta yang memiliki kemampuan teknis, tetapi juga individu yang mampu beradaptasi, berpikir kritis, dan memahami perkembangan teknologi baru seperti blockchain maupun aset digital," kata Resna, Senin (13/7).
Menurutnya, saat ini terjadi peningkatan kebutuhan talenta di bidang kepatuhan, tata kelola, manajemen risiko, hingga perlindungan konsumen. Pasalnya, industri kripto tidak hanya berkembang dari sisi teknologi, tetapi juga membutuhkan profesional dengan pengalaman dari sektor-sektor konvensional.
"Banyak orang masih menganggap industri kripto hanya membutuhkan developer. Padahal kenyataannya, kami juga membutuhkan profesional di bidang compliance, audit, legal, finance, marketing, hingga customer experience. Justru pengalaman yang diperoleh dari industri lain sering kali menjadi nilai tambah yang sangat relevan," tambahnya.
Dia menjelaskan, kemampuan yang dimiliki profesional Dari industri traditional bisa dimanfaatkan untuk ekosistem digital. Seperti halnya pengalaman dalam mengelola risiko, memahami regulasi, membangun hubungan dengan pelanggan, maupun mengembangkan strategi bisnis tetap menjadi kompetensi yang dibutuhkan.
Meski demikian, ia menekankan bahwa memasuki industri blockchain tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman kerja sebelumnya. Profesional juga perlu terus meningkatkan kompetensi melalui proses upskilling dan pembelajaran berkelanjutan agar mampu mengikuti perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fulham vs Hull City: The Tigers Berpeluang Menang Tipis di Craven Cottage
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah
Prediksi Skor Lille vs Brest di Liga Prancis: Verdonk Starter, Les Dogues Berjaya di Pierre Mauroy
Prediksi Susunan Pemain Real Betis vs Barcelona: Yamal dan Adeyemi Jadi Andalan
Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart: Die Roten Siap Pesta Gol di Volksparkstadion
Prediksi Skor Espanyol vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Los Rojiblancos Pertahankan Laju Positif
Prediksi Skor PSGC Ciamis vs PSIS Semarang di Pegadaian Championship: Tuan Rumah Hadapi Ujian Berat
Prediksi Susunan Pemain AS Roma vs Genoa: Santiago Castro Siap Jadi Andalan
Prediksi Skor Semen Padang vs PSMS di Championship: Kabau Sirah Bidik Kemenangan Kandang Perdana
Prediksi RANS Nusantara vs Persela Lamongan: Laskar Joko Tingkir Berburu Kemenangan di Malang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022