
JAM Coin resmi diluncurkan kepada publik sebagai langkah awal pengembangan ekosistem aset digital yang mengintegrasikan teknologi blockchain dengan sektor ekonomi riil. (Istimewa).
JawaPos.com - Sehari setelah disetujui masuk dalam Daftar Aset Keuangan Digital (DAKD) Bursa,JAM Coin resmi diluncurkan kepada publik sebagai langkah awal pengembangan ekosistem aset digital yang mengintegrasikan teknologi blockchain dengan sektor ekonomi riil.
CEO JAM Andre Arthur mengatakan, JAM Coin tidak hanya ditujukan sebagai aset digital untuk diperdagangkan, tetapi juga memiliki fungsi nyata sebagai alat transaksi dalam berbagai layanan yang dikembangkan perusahaan.
“Di dalam ekosistem JAM terdapat berbagai fitur dan layanan premium yang menggunakan JAM Coin sebagai alat transaksi. Karena itu, token ini tidak hanya memiliki nilai perdagangan, tetapi juga utilitas yang dapat dirasakan langsung oleh penggunanya,” ujar Andre kepada wartawan usai peluncuran.
Dukungan terhadap pengembangan JAM Coin juga datang dari pelaku industri aset digital nasional. Salah satunya Mobee Exchange yang menjadi mitra perdagangan aset digital dalam proyek tersebut.
Head of Business Development Mobee Exchange Hery Hermawan menilai, pertumbuhan jumlah investor aset digital di Indonesia menjadi peluang besar bagi hadirnya utility token yang memiliki kegunaan langsung dalam aktivitas ekonomi.
“Jumlah investor kripto di Indonesia saat ini diperkirakan mencapai sekitar 21 juta orang. Angka tersebut bahkan telah melampaui jumlah investor pasar saham. Ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap aset digital yang memiliki manfaat nyata dalam sebuah ekosistem,” kata Hery.
Ia menambahkan, generasi investor saat ini tidak hanya melihat aset digital sebagai instrumen investasi, tetapi juga sebagai bagian dari sistem transaksi yang memberikan nilai tambah dalam kehidupan sehari-hari.
Dukungan serupa disampaikan Vice President GudangKripto Alexander Pattiasina. Menurut dia, JAM Coin memiliki keunggulan karena dibangun di atas model bisnis yang jelas serta didukung ekosistem usaha yang menjadi fondasi pengembangannya.
“Investor tentu melihat potensi keuntungan, tetapi yang tidak kalah penting adalah adanya fundamental yang kuat dan arah pengembangan yang terukur. JAM Coin dibangun di atas fondasi bisnis yang nyata sehingga memiliki prospek yang dapat dipahami oleh masyarakat maupun investor,” ujar Alexander.
Selain mengembangkan teknologi digital, JAM Coin juga menargetkan kontribusi pada sektor ekonomi produktif melalui program pemberdayaan masyarakat berbasis koperasi.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Hasil Piala Presiden: Persib Bandung vs Persebaya Surabaya 1-1, Lanjut ke Extra Time!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Senpi hingga Narkoba di Sekolah Swasta di Jaksel Ternyata Milik Eks Ketua Yayasan
