
Ilustrasi stablecoin USDT. (Vecteezy)
JawaPos.com - Tren aset kripto berbasis dunia nyata atau real world assets (RWA) diproyeksikan semakin menguat di Indonesia sepanjang 2026.
Chief Executive Officer (CEO) Bittime Ryan Lymn memperkirakan pertumbuhan pengguna dan transaksi RWA bisa melonjak hingga dua kali lipat tahun ini, seiring meningkatnya minat investor terhadap instrumen yang lebih stabil.
Ryan menjelaskan, komposisi RWA di platformnya saat ini terbagi dalam tiga kategori utama. Yakni stablecoin seperti Tether (USDT), komoditas seperti emas dan perak dalam bentuk token (misalnya XAUT), serta saham Amerika Serikat yang ditokenisasi, termasuk saham magnificent seven. Namun, dari ketiga kategori tersebut, USDT masih menjadi primadona.
"Sekitar 40 hingga 70 persen volume perdagangan di Bittime masih berasal dari USDT. Hal ini juga tercermin dari data CoinGecko. Aset ini paling mudah dipahami dan digunakan investor sebagai lindung nilai," kata Ryan di Jakarta, Kamis (30/4).
Menurutnya, di tengah ketidakpastian geopolitik global dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah, investor cenderung beralih ke aset berbasis dolar AS seperti USDT. Sementara itu, untuk investasi jangka panjang, emas tetap menjadi pilihan karena dinilai lebih stabil.
Saat ini, jumlah investor kripto di Indonesia diperkirakan telah mencapai 20 juta orang. Dari total 1,5 juta pengguna Bittime, sekitar 30-40 persen di antaranya sudah mulai berinvestasi di RWA. Mayoritas masih memilih aset stabil, dengan lebih dari 60 persen portofolio didominasi USDT.
Selain faktor stabilitas, kemudahan transaksi dan potensi imbal hasil turut menjadi daya tarik investor. Di Bittime misalnya, tersedia fitur penukaran Rupiah ke aset digital tanpa biaya transaksi (IDR swap 0 fee) serta layanan staking dengan imbal hasil hingga sekitar 10 persen per tahun (APY) yang diminati investor ritel.
Meski demikian, potensi pertumbuhan RWA lain dinilai masih terbuka lebar, terutama emas yang telah ditokenisasi.
Dengan nominal investasi mulai sekitar Rp10 ribu, emas digital menjadi lebih terjangkau karena tidak memerlukan penyimpanan fisik. Dalam kondisi tertentu, aset tersebut juga dapat dikonversi menjadi emas fisik.
Secara global, tren RWA berkembang pesat seiring meningkatnya kebutuhan investor terhadap instrumen berbasis aset nyata. Tokenisasi dinilai mampu menjembatani sistem keuangan tradisional dengan teknologi blockchain sekaligus membuka akses investasi global.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
