
Patung penghormatan untuk pencipta Bitcoin dengan wajah dianonimkan diresmikan di Graphisoft Park, Budapest, pada 2021. Foto: (The Guardian)
JawaPos.com — Klaim terbaru mengenai identitas Satoshi Nakamoto kembali mengguncang ekosistem keuangan digital global. Laporan investigatif The New York Times menyebut ilmuwan komputer asal Inggris, Adam Back, sebagai sosok paling mungkin di balik pencipta bitcoin. Namun, tuduhan tersebut langsung dibantah, memicu kembali spekulasi global sekaligus membuka kembali perdebatan tentang masa depan bitcoin sebagai aset dunia.
Laporan tersebut menyoroti upaya bertahun-tahun untuk mengungkap penulis dokumen Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System—dikenal sebagai white paper bitcoin—yang menjadi fondasi konseptual bagi sistem mata uang digital terdesentralisasi. Dalam analisisnya, Back dinilai memiliki kesamaan gaya bahasa, jejak aktivitas digital, serta minat yang sejalan dengan karakteristik Nakamoto.
Dilansir dari The Guardian, Jumat (10/4/2026), Back segera membantah klaim tersebut melalui platform X. “Saya tidak mengetahui siapa Satoshi Nakamoto, dan menurut saya hal ini justru menguntungkan bitcoin karena tanpa figur pencipta yang jelas, bitcoin lebih mudah dipandang sebagai kelas aset baru, yakni komoditas digital yang langka secara matematis,” tulisnya.
Lebih lanjut, Back menilai seluruh rangkaian bukti yang disajikan tidak memiliki dasar kuat. Dia menyebut, “Berbagai jejak digital yang mengarah pada kesimpulan itu merupakan kombinasi kebetulan dan penggunaan frasa yang mirip dari orang-orang dengan pengalaman dan minat serupa.” Dengan kata lain, kesamaan yang ditemukan dinilai bukan sebagai bukti identitas, melainkan konsekuensi dari latar belakang komunitas kriptografi yang relatif serupa.
Di sisi lain, jurnalis investigatif John Carreyrou menguraikan pendekatan analitis yang digunakan dalam laporannya. Dia menelusuri arsip internet selama puluhan tahun, membandingkan pola bahasa, serta mengidentifikasi kesamaan pernyataan seperti, “Saya lebih baik dalam kode daripada dalam kata-kata.” Pendekatan ini diperkuat dengan pemanfaatan kecerdasan buatan untuk menganalisis kemiripan linguistik antara Back dan Nakamoto.
Selain itu, Carreyrou juga menyoroti kesesuaian linimasa aktivitas. Back disebut sempat menghilang dari forum kriptografi pada periode yang berdekatan dengan kemunculan Nakamoto. Dalam sebuah konferensi bitcoin di El Salvador, dia bahkan mengklaim menemukan indikasi perilaku mencurigakan. “Dia menghilangkan keraguan saya—saya yakin telah menemukan orang yang tepat,” tulisnya.
Namun demikian, komunitas akademik menilai klaim tersebut belum memenuhi standar pembuktian yang kuat. Profesor ilmu komputer dari University College London, Steven Murdoch, menyatakan, “Ada beberapa indikasi bahwa itu dia, tetapi tidak ada bukti yang benar-benar menentukan. Menurut saya, kemungkinan besar tetap Hal Finney,” merujuk pada tokoh yang menerima transaksi bitcoin pertama.
Pandangan berbeda disampaikan Dr Jacky Mallett dari Reykjavík University. Dia menilai identitas Nakamoto kemungkinan bersifat kolektif. “Hampir pasti lebih dari satu orang. Saya pikir ada sekelompok kecil orang di balik ini, dan mereka memahami struktur keuangan lebih dari yang selama ini dikreditkan,” ujarnya, menyoroti kompleksitas pengembangan awal bitcoin.
Di luar perdebatan identitas, isu ini juga berpotensi memengaruhi pasar global. Adam Back diketahui memimpin perusahaan pengelola cadangan bitcoin yang tengah dalam proses merger dengan perusahaan publik milik Cantor Fitzgerald. Jika dia terbukti sebagai Satoshi Nakamoto yang diperkirakan memiliki sekitar 1,1 juta bitcoin senilai puluhan miliar pound sterling, maka temuan tersebut dapat berdampak pada stabilitas pasar dan memicu kewajiban pelaporan kepada otoritas seperti Securities and Exchange Commission (SEC).
Menutup polemik, Back menyampaikan pernyataan simbolik yang mencerminkan filosofi komunitas kripto: “Kita semua adalah Satoshi.” Pernyataan ini kembali menegaskan bahwa identitas pencipta bitcoin tetap menjadi misteri yang justru menjadi bagian penting dari kepercayaan terhadap sistemnya.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
