Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 April 2026 | 00.39 WIB

Investor Kripto RI Tembus 21 Juta, OJK Ingatkan Bahaya Ikut Tren Tanpa Literasi

Ilustrasi aset digital cryptocurrency atau kripto. (Wealth Professional). - Image

Ilustrasi aset digital cryptocurrency atau kripto. (Wealth Professional).

JawaPos.com - Lonjakan jumlah investor aset kripto di Indonesia terus menunjukkan tren signifikan. Per Februari 2026, jumlah investor tercatat telah menembus 21,07 juta orang. 

Namun di balik pertumbuhan pesat tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai tingkat literasi masyarakat masih tertinggal dibandingkan tingkat adopsinya.
Kondisi ini dinilai berisiko, terutama bagi investor pemula yang kerap masuk ke instrumen kripto tanpa pemahaman yang memadai. 

OJK menyoroti masih adanya kesenjangan antara inklusi keuangan dan literasi, yang berpotensi memicu keputusan investasi yang tidak rasional.

“Banyak masyarakat sudah berinvestasi, tetapi belum sepenuhnya memahami risikonya. Ini yang menjadi perhatian utama,” ujar Djoko Kurnijanto, Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK dalam sebuah forum literasi keuangan di kampus Universitas Padjadjaran, Jawa Barat bersama Pintu pekan lalu.

OJK pun kembali menekankan prinsip dasar dalam berinvestasi yang dikenal dengan konsep 2L: Legal dan Logis. Masyarakat diminta memastikan bahwa aset kripto yang dipilih terdaftar secara resmi serta melakukan transaksi melalui platform yang berizin. 

Selain itu, investor juga diingatkan untuk tidak mudah tergiur janji keuntungan instan yang kerap berujung pada penipuan.
Fenomena meningkatnya minat terhadap kripto juga tidak terlepas dari peran generasi muda. 

Secara global, laporan World Economic Forum menunjukkan sekitar 42 persen investor dari kalangan Gen Z telah memiliki aset kripto. Di Indonesia, tren serupa terlihat dengan dominasi investor muda yang tertarik pada instrumen digital tersebut.

Pelaku industri menilai bahwa persoalan utama saat ini bukan lagi pada adopsi, melainkan pemahaman. Meski jumlah pengguna terus bertambah, edukasi dinilai masih menjadi tantangan besar yang harus diatasi bersama oleh regulator, institusi pendidikan, dan industri.

Timothius Martin, CMO Pintu menyoroti masa depan adopsi kripto di Indonesia. Menurutnya, dari sisi adopsi secara global itu ada sekitar 700 juta orang yang sudah trading atau investasi crypto. Sekitar 1 banding 15. Artinya dari setiap 15 orang di dunia satu orang sudah pernah trading atau investasi crypto. 

"Di Indonesia saat ini angka adopsi sekitar 21 juta orang, lebih besar dari investor saham. Jadi memang masalahnya itu bukan adopsinya, yang menjadi tantangan adalah literasi dan edukasinya," ungkap Timo.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore