
Ilustrasi aset digital cryptocurrency atau kripto. (Wealth Professional).
JawaPos.com - Lonjakan jumlah investor aset kripto di Indonesia terus menunjukkan tren signifikan. Per Februari 2026, jumlah investor tercatat telah menembus 21,07 juta orang.
Namun di balik pertumbuhan pesat tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai tingkat literasi masyarakat masih tertinggal dibandingkan tingkat adopsinya.
Kondisi ini dinilai berisiko, terutama bagi investor pemula yang kerap masuk ke instrumen kripto tanpa pemahaman yang memadai.
OJK menyoroti masih adanya kesenjangan antara inklusi keuangan dan literasi, yang berpotensi memicu keputusan investasi yang tidak rasional.
“Banyak masyarakat sudah berinvestasi, tetapi belum sepenuhnya memahami risikonya. Ini yang menjadi perhatian utama,” ujar Djoko Kurnijanto, Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK dalam sebuah forum literasi keuangan di kampus Universitas Padjadjaran, Jawa Barat bersama Pintu pekan lalu.
OJK pun kembali menekankan prinsip dasar dalam berinvestasi yang dikenal dengan konsep 2L: Legal dan Logis. Masyarakat diminta memastikan bahwa aset kripto yang dipilih terdaftar secara resmi serta melakukan transaksi melalui platform yang berizin.
Selain itu, investor juga diingatkan untuk tidak mudah tergiur janji keuntungan instan yang kerap berujung pada penipuan.
Fenomena meningkatnya minat terhadap kripto juga tidak terlepas dari peran generasi muda.
Secara global, laporan World Economic Forum menunjukkan sekitar 42 persen investor dari kalangan Gen Z telah memiliki aset kripto. Di Indonesia, tren serupa terlihat dengan dominasi investor muda yang tertarik pada instrumen digital tersebut.
Pelaku industri menilai bahwa persoalan utama saat ini bukan lagi pada adopsi, melainkan pemahaman. Meski jumlah pengguna terus bertambah, edukasi dinilai masih menjadi tantangan besar yang harus diatasi bersama oleh regulator, institusi pendidikan, dan industri.
Timothius Martin, CMO Pintu menyoroti masa depan adopsi kripto di Indonesia. Menurutnya, dari sisi adopsi secara global itu ada sekitar 700 juta orang yang sudah trading atau investasi crypto. Sekitar 1 banding 15. Artinya dari setiap 15 orang di dunia satu orang sudah pernah trading atau investasi crypto.
"Di Indonesia saat ini angka adopsi sekitar 21 juta orang, lebih besar dari investor saham. Jadi memang masalahnya itu bukan adopsinya, yang menjadi tantangan adalah literasi dan edukasinya," ungkap Timo.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022