
Ilustrasi harga koin Aster yang naik. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Token Aster (ASTER) kembali menjadi sorotan di kalangan investor besar. Meski harganya turun sekitar 4% dalam sehari terakhir, para whale justru tampak agresif mengakumulasi token ini.
Pola teknikal dan sinyal momentum mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan setelah tekanan jual selama beberapa hari terakhir.
Dikutip dari BeInCrypto, Jumat (24/10), data on-chain mengungkap bahwa dompet besar Aster terus menambah kepemilikan mereka di tengah penurunan harga.
Dalam 24 jam terakhir, kelompok whale kecil meningkatkan portofolionya sebesar 2,3%, menambah sekitar 221.900 ASTER dan membawa total kepemilikan mereka menjadi 9,87 juta ASTER.
Sementara itu, mega whale atau 100 alamat terbesar menambah 0,15% kepemilikan, sekitar 11,7 juta ASTER, sehingga totalnya mencapai 7,82 miliar ASTER.
Secara keseluruhan, para investor besar mengumpulkan 11,93 juta ASTER dalam satu hari, setara USD 11,93 juta atau sekitar Rp 197,8 miliar pada harga saat ini.
Konsolidasi besar-besaran semacam ini biasanya terjadi menjelang fase pembalikan arah pasar, ketika pelaku besar mulai menyerap volume jual dari investor ritel yang melepas token di level rendah.
Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) memperlihatkan tiga sinyal positif yang bisa menjelaskan mengapa whale mulai aktif membeli. Pertama, histogram MACD kini menampilkan batang merah yang makin cerah, menandakan tekanan jual mulai menurun.
Kedua, garis MACD (biru) mulai melengkung naik ke arah garis sinyal (oranye), menunjukkan potensi bullish crossover yang biasanya menandai awal momentum kenaikan baru.
Ketiga, antara 17 Oktober dan 22 Oktober, harga ASTER sempat mencetak lower low, tetapi MACD justru mencatat higher low. Pola ini disebut bullish divergence, sinyal klasik bahwa kekuatan penurunan mulai melemah.
Menariknya, ketika pola histogram serupa muncul pada 17 Oktober, ASTER sempat reli hampir 20%. Kali ini, adanya dua tambahan sinyal baru, yaitu curl-up dan divergence, memperkuat kemungkinan bahwa fase bullish tengah terbentuk.
Selain indikator momentum, pola grafik ASTER juga memperlihatkan formasi broadening falling wedge, pola melebar yang sering muncul sebelum pembalikan arah tajam. Tidak seperti wedge biasa yang menyempit, struktur ini menunjukkan volatilitas meningkat dan penjual mulai kehilangan kendali.
Saat ini, USD 0,93 (Rp 15.345) menjadi level support utama, sementara USD 1,12 (Rp 18.480) adalah resistance pertama yang harus ditembus untuk mengonfirmasi pembalikan arah. Jika breakout terjadi, target berikutnya berada di sekitar USD 1,28 (Rp 21.120) dan USD 1,53 (Rp 25.245).
Sebaliknya, jika harga gagal bertahan dan turun di bawah USD 0,93, pola bullish ini bisa batal dan membuka jalan bagi penurunan ke USD 0,80 (Rp 13.200).
Analis menilai, pergerakan akumulasi whale di tengah tekanan pasar adalah sinyal kuat bahwa mereka mengantisipasi potensi reli besar dalam waktu dekat.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
