
Ilustrasi Dogecoin. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Komunitas Dogecoin tengah diselimuti rasa penasaran dan antusiasme tinggi setelah salah satu influencer terbesar di ekosistem meme coin itu, Top Doge, mengisyaratkan akan ada “peristiwa besar” yang terjadi pada Senin (13/10) waktu setempat atau Selasa (14/10) waktu Indonesia.
Dikutip dari Bitcoinist, Selasa (14/10), unggahan Top Doge di platform X (dulu Twitter) menyebutkan bahwa “hal besar sedang menanti Dogecoin”, sambil menandai perusahaan Bit Origin, yang disebut siap mengambil peran utama dalam perkembangan ekosistem DOGE.
Bit Origin sendiri merupakan salah satu dari dua perusahaan treasury Dogecoin yang berbasis di Amerika Serikat. Berdasarkan data CoinGecko, perusahaan itu memegang 70,5 juta DOGE di neraca keuangannya, atau setara sekitar USD 14,1 juta atau Rp 233 miliar dengan kurs USD 1 senilai Rp 16.500.
Top Doge tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang apa yang akan terjadi, tetapi menegaskan bahwa perjalanan Dogecoin baru saja dimulai. Dalam unggahan sebelumnya, ia juga menulis bahwa “DOGE bukan lagi sekadar meme di internet,” dan mengucapkan terima kasih kepada perusahaan seperti Bit Origin yang berhasil mengubah “hype internet menjadi nilai nyata di dunia.”
“Uang besar mulai memperhatikan Dogecoin,” tulis Top Doge, memicu spekulasi di kalangan komunitas tentang potensi langkah institusional besar yang akan datang.
Tak hanya Top Doge, tokoh media dan pengusaha Kripto Mario Nawfal juga ikut menambah panas suasana dengan menyatakan bahwa “sesuatu yang besar akan terjadi hari ini yang akan mengguncang komunitas Dogecoin dan dunia Kripto secara luas.”
Unggahan tersebut kemudian dibagikan ulang oleh House of Doge, lembaga korporasi di bawah Dogecoin Foundation, yang menandakan bahwa kabar tersebut kemungkinan berkaitan dengan adopsi institusional.
Komunitas Dogecoin selama ini menantikan peluncuran ETF Dogecoin, yang disebut sebagai langkah besar menuju adopsi arus utama. Namun, peristiwa yang diisyaratkan Top Doge tampaknya bukan tentang ETF tersebut.
Regulator Amerika Serikat, Securities and Exchange Commission (SEC), dikabarkan masih menunda persetujuan produk ETF Dogecoin akibat shutdown pemerintahan Amerika Serikat.
Semula, tenggat keputusan atas pengajuan ETF oleh Grayscale dijadwalkan pada 18 Oktober. Namun, karena penundaan administratif, persetujuan itu bisa dikeluarkan kapan saja setelah pemerintahan kembali aktif.
Data dari Polymarket menunjukkan bahwa shutdown itu bisa berlangsung hingga satu bulan, yang berarti peluncuran ETF Dogecoin masih akan tertunda lebih lama.
Meski belum ada kejelasan tentang acara misterius yang dimaksud, harga Dogecoin justru melesat tajam. Berdasarkan data CoinMarketCap, harga Dogecoin kini diperdagangkan di kisaran USD 0,2 atau sekitar Rp 3.300 per koin, naik lebih dari 11 persen dalam 24 jam terakhir.
Lonjakan ini memperlihatkan optimisme pasar terhadap potensi kabar besar dari komunitas Dogecoin, meskipun belum ada pengumuman resmi dari perusahaan terkait.
