Ilustrasi Solana. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Aset kripto Solana (SOL) terus menunjukkan performa tangguh dalam empat bulan terakhir. Namun, di balik tren naik yang konsisten itu, muncul tanda-tanda perlambatan yang bisa mengakhiri reli panjangnya.
Dikutip dari Beincrypto, Kamis (9/10), harga Solana sempat mendekati USD 250 atau sekitar Rp 4,15 juta sebelum kehilangan tenaga akibat menurunnya minat investor dan aktivitas jaringan. Kini, SOL bergerak di kisaran USD 222 atau Rp 3,68 juta, hanya sedikit di atas level support penting di USD 221.
Data on-chain menunjukkan bahwa jumlah alamat aktif Solana turun ke titik terendah dalam 13 bulan terakhir. Penurunan ini menandakan melemahnya partisipasi ritel dan menurunnya kepercayaan pengguna di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.
“Basis pengguna yang menyusut sering kali berujung pada penurunan utilitas jaringan,” tulis Beincrypto. “Tanpa aktivitas transaksi dan permintaan nyata, Solana berisiko kehilangan dukungan fundamental yang menopang reli harga.”
Analis menyoroti indikator Chaikin Money Flow (CMF) yang kini jatuh di bawah garis nol, sinyal awal keluarnya arus modal dari pasar Solana. Artinya, sebagian investor mulai memindahkan likuiditas mereka ke aset lain.
Meski begitu, arah CMF dalam jangka panjang masih positif, menunjukkan aliran modal jangka menengah belum benar-benar berbalik arah. Kondisi ini memberi harapan bahwa tren besar Solana masih bisa bertahan, asalkan tekanan jual tidak meningkat drastis.
Secara teknikal, Solana masih berada dalam tren naik selama tiga setengah bulan terakhir, tetapi level USD 221 kini menjadi titik krusial. Jika tekanan jual meningkat, harga bisa jatuh ke USD 213 (Rp 3,53 juta), bahkan menembus USD 200 (Rp 3,32 juta), yang berarti akhir dari tren bullish multi-bulan.
Sebaliknya, bila sentimen pasar membaik dan SOL berhasil bertahan di atas USD 221, rebound ke level USD 232 (Rp 3,85 juta) berpeluang terjadi. Kenaikan ini akan membatalkan sinyal bearish dan membuka jalan bagi reli lanjutan.
Sejak awal Oktober, pasar kripto memang masih dalam suasana positif berkat efek “Uptober” yang mengangkat Bitcoin dan altcoin besar lainnya. Namun, tanpa dukungan volume dan aktivitas pengguna, Solana berpotensi tertinggal dari reli aset kripto lain seperti Ethereum dan BNB.
Bagi investor jangka pendek, level USD 221–USD 213 kini menjadi zona yang diawasi ketat. Jika level tersebut jebol, koreksi lebih dalam mungkin tak terhindarkan.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
MUI Minta Pelaku dan Pengkampanye LGBTQ Bisa Dipidana, Lebih Berat dari Pasal Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Skor Haiti vs Skotlandia di Piala Dunia 2026: The Tartan Army Bisa Menang Besar!
