
Ilustrasi harga Bitcoin yang terus naik. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Bitcoin kembali membuktikan reputasi Oktober sebagai bulan penuh reli. Harga BTC pada Jumat (3/10) diperdagangkan di USD 120.128 atau setara Rp 1,99 miliar, naik 2,55 persen dalam 24 jam terakhir.
Dikutip dari News.Bitcoin, Jumat (3/10), fenomena “Uptober” kembali hidup. Data dari Coinglass menunjukkan dalam 12 tahun terakhir, Bitcoin hampir selalu mencatatkan keuntungan di bulan Oktober, kecuali pada 2014 dan 2018.
Tahun ini, tren itu kembali berlanjut dengan penguatan 5,41 persen hanya dalam dua hari pertama bulan Oktober.
Menariknya, reli Bitcoin terjadi meski Amerika Serikat sedang menghadapi government shutdown akibat kebuntuan anggaran di Kongres. Alih-alih membuat pasar cemas, situasi ini justru dianggap sebagai alasan The Fed untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga.
Saham di Wall Street pun ikut menguat. Indeks S&P 500 naik 0,16 persen, Nasdaq 0,42 persen, dan Dow Jones 0,29 persen. Bitcoin sendiri melesat bersamaan, memperkuat citra “Uptober” sebagai momentum bulanan favorit para investor.
Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di rentang USD 117.235 hingga USD 120.324. Kapitalisasi pasar naik 2,54 persen menjadi USD 2,39 triliun atau Rp 39.773 triliun, sementara volume perdagangan harian turun tipis 4,88 persen ke USD 67,82 miliar atau Rp 1.128 triliun.
Dominasi Bitcoin di pasar kripto sedikit menurun ke 58,74 persen, menandakan altcoin juga ikut reli. Di sisi derivatif, open interest futures Bitcoin naik 3,59 persen menjadi USD 88,40 miliar atau Rp 1.471 triliun.
Namun, reli ini juga memicu likuidasi besar. Total likuidasi mencapai USD 134,7 juta atau Rp 2,2 triliun dalam sehari terakhir, didominasi oleh trader short yang salah posisi hingga kehilangan USD 117,1 juta. Trader long juga terkena imbas dengan kerugian USD 17,5 juta.
Dengan tren historis yang konsisten, banyak analis percaya reli Oktober kali ini bisa membawa Bitcoin mendekati level psikologis baru. “Fenomena Uptober tampaknya kembali memenuhi ekspektasi,” tulis News.Bitcoin.
Jika tren berlanjut, Bitcoin bukan hanya mempertahankan posisinya di atas USD 120.000, tetapi juga bisa menguji level-level rekor berikutnya, memperkuat keyakinan bahwa Oktober tetap menjadi bulan emas bagi pasar kripto.
