Ilustrasi koin Aster yang harganya anjlok. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Altcoin ASTER kini berada dalam tekanan berat. Sejak mencapai harga tertinggi sepanjang masa (ATH) di USD 2,43 pada 24 September 2025, token asli dari platform decentralized perpetual exchange Aster ini telah anjlok 25%.
Per hari ini, Rabu (1/10), ASTER diperdagangkan di harga USD 1.8198 atau sekitar Rp 30.318 (kurs 1 USD = Rp 16.650).
Sinyal on-chain menunjukkan bahwa minat beli melemah dan tekanan dari trader derivatif meningkat. Rasio long/short ASTER kini berada di angka 0,92, turun terus dalam beberapa hari terakhir.
Rasio ini mengukur berapa banyak trader yang memasang posisi long (harga akan naik) dibanding short (harga akan turun). Angka di bawah 1 menandakan dominasi posisi short, yang berarti banyak trader memprediksi ASTER akan terus melemah.
Tekanan ini makin nyata ketika melihat indikator Accumulation/Distribution (A/D) Line di grafik 4 jam.
Garis A/D terus menurun, mengindikasikan bahwa alih-alih mengakumulasi, para investor justru lebih banyak mendistribusikan atau menjual token ini.
Indikator ini membaca hubungan antara harga dan volume transaksi untuk menilai apakah aset lebih banyak dibeli atau dijual.
Penurunan garis ini memperlihatkan minimnya minat investor untuk menahan ASTER, terutama di harga tinggi.
Saat ini ASTER berada sangat dekat dengan support penting di USD 1.7119. Jika permintaan tidak pulih, support ini bisa jebol, dan harga berpotensi meluncur ke USD 1.4882, atau sekitar Rp 24.765.
Sebaliknya, jika ada masuknya permintaan baru, harga ASTER bisa menembus resistensi di USD 2.0303 dan menuju USD 2.1650. Jika level ini juga ditembus, ATH di USD 2.436 berpeluang untuk dikunjungi kembali.
Untuk sementara, ASTER berada di persimpangan penting. Trader derivatif menunjukkan sinyal bearish, investor tidak tertarik mengakumulasi, dan harga makin dekat ke support.
Dalam beberapa hari ke depan, arah gerak ASTER akan ditentukan oleh siapa yang lebih dominan: bull yang masuk kembali, atau bear yang semakin menguatkan cengkeraman.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
