
Ilustrasi altseason. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Perdebatan soal altseason kembali ramai di kalangan investor kripto. Altseason adalah periode ketika altcoin (mata uang kripto selain Bitcoin, seperti Ethereum, Solana, Dogecoin) mencatatkan kenaikan harga lebih tinggi daripada Bitcoin.
CEO sekaligus Founder Triv, Gabriel Rey, menegaskan altseason belum benar-benar dimulai, tetapi tanda-tandanya sudah terlihat jelas.
“Saya sudah melihat bahwa altseason ini akan segera mulai. Ketika kita melihat banyak perusahaan mengakumulasi pembelian Ethereum,” kata Rey saat berbincang dengan JawaPos.com, Jumat (19/9).
Menurutnya, akumulasi ini bukan hal kecil. Ia mencontohkan BitMEX yang kini memegang 2,1 juta Ethereum. “Ketika sebuah perusahaan sudah mulai mengakumulasi Ethereum, induknya altcoin, maka otomatis altseason ini akan segera terjadi,” ujarnya.
Rey juga menambahkan tren baru yang semakin memperkuat sinyal altseason. Beberapa perusahaan mulai menjadikan aset kripto bukan sekadar simpanan pribadi, melainkan bagian dari strategi keuangan perusahaan atau company treasury.
“Kalau Micro Strategy-nya Michael Saylor kan Bitcoin, company treasury (cadangan perusahaan). Nah, sekarang ada juga Ethereum, Solana, dan Dogecoin yang masuk ke company treasury,” jelasnya.
Altseason biasanya datang setelah Bitcoin mencapai puncaknya. Dalam siklus sebelumnya, fenomena ini terjadi pada 2017 dan 2021, ketika altcoin seperti Ethereum, XRP, Dogecoin, hingga Solana melonjak tajam. Bedanya, kali ini altseason disebut Rey akan lebih panjang dan berkelanjutan.
“Yang saya lihat beda dengan siklus sebelumnya. Saya rasa di siklus sekarang kita akan masuk ke siklus panjang. Full cycle-nya akan bertahan lebih lama dan top-nya akan lebih sustainable,” katanya.
Secara umum, ada beberapa indikator altseason. Misalnya, dominasi Bitcoin (pangsa pasar Bitcoin dibanding total kripto) menurun, dana mulai mengalir ke altcoin. Lalu, volume perdagangan altcoin meningkat signifikan. Selain itu, Ethereum biasanya memimpin, lalu diikuti altcoin besar lain.
Rey menegaskan tanda-tanda itu sudah mulai terlihat, terutama dengan akumulasi besar-besaran Ethereum oleh institusi. “Institusi ini sudah melakukan berbagai macam akumulasi. Sehingga altcoin ini pasti akan segera terjadi,” katanya.
Di Indonesia, altcoin justru lebih populer di kalangan investor ritel karena harganya dianggap lebih terjangkau dibanding Bitcoin. Data Bappebti juga menunjukkan Ethereum dan Dogecoin termasuk aset kripto paling banyak diperdagangkan di bursa lokal.
Meski begitu, Rey tetap mengingatkan pentingnya melihat fundamental. Menurut dia, institusi tidak mungkin menaruh dana besar tanpa pertimbangan matang.
“Seharusnya tidak ada yang perlu ditakutkan. Selama fundamentalnya tidak berubah, jangan takut masuk,” ujarnya.
Meski peluang altseason besar, risiko tetap ada. Altcoin cenderung lebih volatil dibanding Bitcoin. Harganya bisa naik berlipat ganda, tapi juga bisa jatuh dalam waktu singkat.
