Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 September 2025 | 17.23 WIB

Memecoin vs Altcoin: Rasio Kapitalisasi Pasar Mulai Tunjukkan Potensi Pembalikan Tren

Ilustrasi altseason. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)

JawaPos.com – Setelah berbulan-bulan mengalami tekanan jual dan disebut-sebut “sudah tamat”, memecoin kini justru mulai menarik perhatian analis. Rasio kapitalisasi pasar antara memecoin dan altcoin disebut-sebut kembali memasuki zona yang secara historis kerap memicu lonjakan harga. Hal ini memunculkan spekulasi bahwa sektor memecoin mungkin sedang bersiap untuk bangkit kembali.

Dikutip dari Bitcoinist, Selasa (16/9), analis bernama Darkfost mengungkapkan bahwa dominasi pasar memecoin terhadap altcoin menunjukkan potensi pembalikan arah. Dalam grafik yang ia bagikan, indikator ini biasanya menjadi titik balik saat spekulasi kembali membara di sektor kripto berisiko tinggi.

“Ini mungkin saatnya melihat lagi memecoin,” ujar Darkfost di platform X. Menurutnya, meskipun risiko tetap tinggi karena memecoin tidak punya fundamental sekuat Bitcoin atau Ethereum, peluang keuntungan eksplosif tetap ada.

Memecoin memang sempat anjlok sejak Desember 2024. Euforia yang sempat mendorong harga melonjak tajam berubah jadi kepanikan, volume perdagangan mengering, dan investor ritel mundur. Namun kini, kapitalisasi pasar memecoin perlahan menunjukkan pemulihan.

Data menunjukkan, kapitalisasi sektor memecoin sempat rebound dari titik rendah USD 64 miliar (sekitar Rp 1.052 triliun) pada Juli, lalu melonjak ke puncak lokal USD 88 miliar (Rp 1.449 triliun) pada awal September. Meski sempat terkoreksi ke USD 75 miliar (Rp 1.233 triliun), area ini dianggap sebagai konsolidasi sehat.

“Selama kapitalisasi bertahan di atas USD 72–74 miliar (Rp 1.183–1.217 triliun), peluang untuk kembali ke zona bullish cukup terbuka,” tulis Bitcoinist.

Indikator lain yang diamati adalah moving average 50 hari, yang berada di kisaran USD 68,7 miliar (Rp 1.130 triliun). Titik ini menjadi level support dinamis yang terus menarik pembeli ketika harga mendekatinya. Ini menunjukkan masih adanya minat beli di tengah volatilitas tinggi sektor memecoin.

Darkfost menambahkan bahwa jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin kita melihat fase spekulatif baru seperti yang terjadi di akhir 2024. “Mungkin tak akan seheboh tahun lalu, tapi tanda-tandanya mulai muncul,” ujarnya.

Memecoin—seperti Dogecoin, Shiba Inu, PEPE, dan lainnya—memang dikenal sebagai aset spekulatif tinggi. Tanpa dukungan fundamental kuat, harga memecoin sangat dipengaruhi oleh arus modal, sentimen pasar, dan narasi viral. Karena itu, waktu masuk dan keluar sangat penting.

“Jika telat ambil untung, keuntungan cepat bisa berubah jadi kerugian besar,” ujar Darkfost mengingatkan. Ia menyarankan para trader untuk berhati-hati, namun tetap waspada akan peluang.

Sementara sebagian besar investor institusi masih fokus pada aset utama seperti Bitcoin dan Ethereum, memecoin bisa menjadi magnet baru jika spekulasi ritel kembali menguat.

Apakah kita akan melihat lahirnya tren memecoin mania jilid dua? Sejauh ini, sinyal teknikal dan arus modal menunjukkan peluang ke arah sana—tapi pasar kripto tetap tak bisa diprediksi. Yang pasti, bagi trader berani dengan strategi matang, memecoin bisa kembali jadi panggung adrenalin.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore