
Ilustrasi XRP yang punya potensi bullish. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Di tengah pasar kripto yang cenderung lesu pada awal September, XRP menunjukkan pola konsolidasi yang menarik perhatian para analis teknikal. Hingga Senin (1/9), harga XRP tercatat di kisaran USD 2,82 atau setara dengan Rp 45.866, dengan kapitalisasi pasar sebesar USD 167 miliar (sekitar Rp 2.722 triliun). Volume perdagangan harian mencapai USD 3,07 miliar, mencerminkan minat yang tetap tinggi meskipun volatilitas menurun.
Dalam grafik per jam, pergerakan harga XRP terpantau netral hingga cenderung bearish. Harga tertahan dalam rentang sempit antara Rp 45.866 hingga Rp 46.506, pasca reli singkat yang gagal menembus resistance di Rp 46.506. Volume yang rendah selama periode ini menjadi perhatian utama karena membuka potensi breakout palsu, baik ke atas maupun ke bawah.
Para trader jangka pendek saat ini mengandalkan strategi range-trading. Posisi jual disarankan di kisaran atas Rp 46.506 dengan batas risiko di atas Rp 46.707. Sementara itu, peluang beli jangka pendek bisa dipertimbangkan jika harga menyentuh Rp 45.786, dengan batas bawah di sekitar Rp 45.360.
Jika dilihat dari grafik 4 jam, XRP menunjukkan tren menurun jangka pendek dengan formasi lower highs dan lower lows, menyusul penolakan harga di level puncak Rp 55.750 (USD 3,083). Saat ini, harga tengah menguji resistance minor di Rp 46.155, sementara support kuat bertahan di Rp 44.788 (USD 2,76).
Sinyal teknikal jangka menengah masih menunggu konfirmasi. Jika terjadi penutupan candle 4 jam yang kuat di atas Rp 46.506, dan didukung volume yang meningkat, maka itu bisa menjadi sinyal awal pembalikan arah ke tren bullish. Namun sebelum itu terjadi, tren jangka pendek masih condong ke arah turun.
Dalam perspektif makro, grafik harian mengindikasikan bahwa XRP masih dalam tren bearish pasca penurunan dari level tertinggi sebelumnya di Rp 55.941 (USD 3,383). Saat ini harga berkutat dalam channel sempit antara Rp 45.660 hingga Rp 46.155. Resistance penting terletak di Rp 48.900 (USD 3,00), sementara support kuat masih di Rp 44.236 (USD 2,72).
Beberapa indikator teknikal menunjukkan sinyal yang saling bertolak belakang. Indeks kekuatan relatif (RSI) berada di angka 41,95 yang berarti netral. Stochastic oscillator menunjukkan kondisi oversold dengan nilai 13,86, namun belum memberi sinyal pembalikan. Commodity Channel Index (CCI) mencatat -116,81 yang justru memberi sinyal bullish, dan indikator Momentum walau bernilai negatif (-0.03484), masih dikategorikan dalam fase mild bullish.
Sementara itu, indikator tren seperti Average Directional Index (ADX) berada di angka 17,66 yang menunjukkan kekuatan tren masih lemah. MACD dan Awesome Oscillator, dua indikator populer lainnya, sama-sama menunjukkan bias bearish ringan.
Mayoritas rata-rata pergerakan jangka pendek seperti EMA dan SMA periode 10, 20, dan 30 berada di atas harga saat ini, memberi sinyal negatif. EMA-10 dan EMA-20 masing-masing berada di kisaran Rp 47.493 dan Rp 48.267. Hal ini menegaskan tekanan jual masih dominan di jangka pendek.
Namun, ada sinyal menarik di jangka panjang. EMA-100 (Rp 45.051) dan EMA-200 (Rp 40.953) kini berada di bawah harga saat ini, menunjukkan ada potensi dukungan kuat dari pembeli jangka panjang. Ini bisa menjadi titik balik jika harga mampu mempertahankan support di atas Rp 45.000.
Skenario Bullish:
Jika XRP mampu menembus dan bertahan di atas Rp 47.200 (USD 2,90) dengan dukungan volume yang kuat, peluang untuk menguji ulang resistance utama di Rp 48.900 (USD 3,00) terbuka lebar. Jika berhasil, target selanjutnya bisa mengarah ke Rp 49.890 (USD 3,06) hingga Rp 51.690 (USD 3,18).
Skenario Bearish:
Sebaliknya, kegagalan menembus Rp 47.200 ditambah volume rendah bisa menekan harga kembali ke support di Rp 44.236. Jika support ini jebol, bukan tak mungkin XRP akan meluncur lebih rendah hingga Rp 42.825 atau bahkan kembali menguji Rp 40.803 (USD 2,51), yang juga menjadi rata-rata pergerakan 200-hari.
Dengan sentimen pasar yang masih rapuh pada awal September, bulan yang secara historis dikenal bearish, investor dan trader disarankan untuk tetap waspada dan disiplin dalam menempatkan posisi.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
