
Ilustrasi sosok anonim Satoshi Nakamoto yang menciptakan Bitcoin. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Siapa sebenarnya Satoshi Nakamoto? Pertanyaan ini masih menjadi misteri terbesar di dunia teknologi dan keuangan modern. Sosok yang menciptakan Bitcoin pada 2009 itu belum pernah muncul di depan publik, tak pernah mengklaim hak cipta, apalagi mencairkan 1 juta Bitcoin (setara lebih dari Rp 1.000 triliun) yang diyakini miliknya.
Kini, misteri itu akan diangkat ke layar lebar oleh sutradara kawakan Doug Liman lewat film thriller berjudul Killing Satoshi. Dikutip dari Variety dan Cinema Express, Sabtu (30/8), film ini akan dibintangi oleh pemenang Oscar Casey Affleck dan komedian Pete Davidson, meski peran mereka belum diumumkan secara rinci.
Naskahnya ditulis oleh Nick Schenk (Gran Torino, The Mule) dan akan mengangkat cerita tentang sekelompok elit global yang berusaha mencegah dunia mengetahui identitas asli Nakamoto. Jika identitas itu terungkap, maka sistem kekuasaan dan ekonomi dunia konon bisa terguncang.
Doug Liman sendiri menyebut film ini sebagai kisah David vs Goliath modern, tentang “antihero yang melawan kekuatan paling berpengaruh di dunia.” Ia berkata, “Saya suka cerita David dan Goliath. Killing Satoshi mengikuti tokoh-tokoh tak terduga yang menantang kekuasaan demi mengungkap makna sejati dari uang dan siapa yang mengendalikannya.”
Film ini dijadwalkan mulai syuting pada Oktober di London dan akan dirilis pada 2026. Produksi film ini ditangani oleh Ryan Kavanaugh, produser The Social Network, melalui perusahaan barunya, Proxima, bersama Aperture Media Partners dan The Production Lens.
Satoshi Nakamoto adalah nama samaran yang digunakan oleh pencipta Bitcoin saat merilis whitepaper berjudul Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System pada tahun 2008.
Namun, hingga saat ini, identitas asli di balik nama tersebut belum pernah terungkap. Ada yang menduga dia adalah ilmuwan komputer asal Inggris, ada pula teori bahwa ia adalah kolektif anonim dari lembaga intelijen internasional.
Yang jelas, menurut para analis blockchain, Nakamoto kemungkinan besar menambang sekitar 1 juta Bitcoin pada awal 2009–2010. Dengan harga Bitcoin saat ini yang berkisar USD 64.000 atau sekitar Rp 1,04 miliar per BTC, maka kekayaan itu setara USD 64 miliar atau lebih dari Rp 1.040 triliun.
Namun, semua koin itu tetap diam tak tersentuh. Bahkan dompetnya tidak menunjukkan aktivitas apa pun sejak lebih dari satu dekade lalu.
Jika Nakamoto tiba-tiba memindahkan Bitcoin tersebut, pasar bisa mengalami guncangan besar. Belum lagi jika ia benar-benar muncul dan mengklaim identitasnya.
Efeknya bisa berlapis: dari ketidakpastian hukum, implikasi regulasi, hingga kemungkinan keruntuhan narasi desentralisasi Bitcoin itu sendiri.
Sutradara Doug Liman mengatakan bahwa film ini bukan sekadar tentang Bitcoin, tetapi tentang makna kekuasaan.
“Ini bukan hanya film tentang Bitcoin dan asal-usulnya yang misterius, tetapi tentang apa yang sebenarnya dilambangkan oleh Bitcoin,” ujarnya, dikutip Variety, Sabtu (30/8). Ia menambahkan, “Kita ingin membuat film ini seperti The Social Network, tetapi untuk dunia Bitcoin.”
Produser Ryan Kavanaugh pun sepakat. Menurutnya, Killing Satoshi bukan sekadar drama teknologi, tapi kisah politik, intrik global, dan pertarungan ideologis yang mencerminkan ketegangan nyata antara kebebasan individu dan kontrol institusi global.
Jika film ini sukses, bukan tak mungkin akan memicu gelombang minat baru terhadap kripto. Di sisi lain, ia juga berpotensi menyalakan kembali perdebatan tentang siapa sebenarnya Satoshi Nakamoto, dan apakah dunia benar-benar siap jika suatu hari dia muncul dan berkata, “Saya pencipta Bitcoin.”

Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
