Ilustrasi Ethereum. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Ethereum kembali mencatat pencapaian penting dengan menembus harga USD 4.600 atau sekitar Rp 75,9 juta (kurs Rp 16.500), tertinggi sejak Desember 2021. Kenaikan ini terjadi di tengah sinyal kuat bahwa altcoin season 2025 sedang berlangsung, dengan Ethereum sebagai pemimpinnya.
Menurut Chief Marketing Officer Bitget Wallet, Jamie Elkaleh, breakout Ethereum di atas USD 4.500 menandai awal rotasi modal dari Bitcoin. Dominasi BTC yang turun di bawah 58% mengisyaratkan pergeseran kekuatan pasar. Volume transaksi Ethereum pada Juli mencapai rekor USD 238 miliar, didukung peningkatan adopsi Layer-2, memperkuat momentum ETH.
Namun, Elkaleh menegaskan bahwa altcoin season sejati baru bisa dipastikan jika altcoin terus mengungguli BTC, kapitalisasi pasar altcoin meningkat, dan arus masuk ETF tetap stabil.
Analis ETF Bloomberg, Nate Geraci, menyoroti bahwa institusi kini mulai memandang Ethereum bukan sekadar aset spekulatif. Jika Bitcoin adalah “emas digital,” maka Ethereum dianggap sebagai “tulang punggung masa depan sistem keuangan,” berkat ekosistem DeFi yang berkembang.
Narasi baru ini membuat ETH dipandang sebagai “minyak digital” yang mampu menghasilkan yield dari staking, sekaligus memperkuat keamanan jaringan. Sejumlah perusahaan mulai menjadikan ETH sebagai aset treasury strategis, bukan hanya instrumen investasi jangka pendek.
Meski begitu, Elkaleh mengingatkan akan risiko dari staking massal oleh perusahaan. Vitalik Buterin sendiri memperingatkan potensi krisis jika terjadi overleveraging, karena bisa memicu penjualan paksa dan guncangan pasar. Maka, manajemen risiko tetap menjadi kunci menjaga nilai dan desentralisasi Ethereum.
Sementara itu, laporan Bitcoinist menyatakan bahwa Altcoin Season Index sudah melewati angka 75—indikator utama bahwa altcoin mengungguli Bitcoin dalam 90 hari terakhir. Sejumlah altcoin seperti Solana, Avalanche, dan proyek Layer-2 mencatat lonjakan volume dan harga.
Berbeda dengan siklus sebelumnya yang didominasi hype dan meme token, tahun 2025 membawa fokus pada utilitas: DeFi 2.0, tokenisasi aset, dan protokol berbasis AI. Pencarian tentang "altcoin season" melonjak, memperkuat bahwa sentimen pasar kini sejalan dengan data.
Sejarah menunjukkan bahwa altcoin season sering mengikuti reli besar Bitcoin—seperti di tahun 2017 dan 2021—yang diikuti lonjakan altcoin sebelum akhirnya mengalami koreksi tajam. Maka, meski peluang besar terbuka, kehati-hatian tetap diperlukan.
Altcoin season 2025 telah dimulai. Namun sukses dalam momen ini bukan tentang menebak token mana yang naik, melainkan memahami data, memanfaatkan momentum, dan tetap disiplin pada strategi investasi yang matang.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
