Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 Agustus 2025 | 17.00 WIB

Ethereum Tembus USD 4.330, Akumulasi Institusi dan Minimnya Pasokan Picu Bullish

Ilustrasi whale ethereum (pemegang Ethereum dalam jumlah besar). (Dhimas Ginanjar/AI)

JawaPos.com – Ethereum mencatat lonjakan harga tajam hingga menyentuh USD 4.330 atau sekitar Rp 71,45 juta (kurs Rp 16.500), level tertinggi sejak November 2021. Reli kenaikan harga ini tak lepas dari akumulasi masif oleh investor institusi dan whale yang dalam sebulan terakhir membeli lebih dari 1,035 juta ETH senilai USD 4,167 miliar atau sekitar Rp 68,75 triliun.

Data on-chain yang dibagikan EmberCN menunjukkan, pembelian besar-besaran ini terjadi melalui sejumlah bursa dan platform perdagangan institusional seperti Kraken, FalconX, Galaxy Digital, Binance, dan Coinbase. Mayoritas alamat dompet pembeli diyakini dimiliki oleh institusi atau perusahaan publik AS yang sedang membangun cadangan Ethereum.

SharpLink Gaming menjadi salah satu contoh mencolok. Perusahaan pemasaran ini secara agresif menambah kepemilikan ETH selama sebulan terakhir, dengan target ekspansi treasury berbasis ETH hingga USD 5 miliar.

Kenaikan harga Ethereum dari USD 2.600 menjadi di atas USD 4.000 dalam 30 hari terakhir—melonjak lebih dari 45%—berkorelasi langsung dengan tren akumulasi ini. Harga rata-rata pembelian institusi diperkirakan sekitar USD 3.546, memberi mereka keuntungan signifikan di harga saat ini.

Di pasar spot, ETH masih menguat 5% dalam 24 jam terakhir dan 25% dalam tujuh hari terakhir. BitMEX co-founder Arthur Hayes bahkan kembali membeli 2.373 ETH senilai USD 10,5 juta pada harga USD 4.150, setelah sempat menjualnya pekan lalu di level USD 3.507.

Reli Ethereum juga membawa co-founder Vitalik Buterin kembali menyandang status triliuner. Berdasarkan data Arkham Intelligence, Buterin memegang sekitar 240.000 ETH yang kini bernilai USD 1 miliar atau Rp 16,5 triliun, di luar aset kripto lainnya seperti MOODENG dan DINU.

Analis menilai reli ini ditopang oleh fundamental kuat: adopsi DeFi yang terus meningkat, pertumbuhan pesat solusi layer-2, minat institusi yang melonjak, dan pasokan ETH di bursa yang turun ke titik terendah dalam beberapa tahun. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa ETH kini tak sekadar aset spekulatif, tetapi mulai masuk ke strategi investasi jangka panjang perusahaan publik.

Secara teknikal, ETH telah menembus resistensi kunci di USD 3.860 dengan volume perdagangan yang meningkat. Semua moving average mingguan utama berada dalam tren naik, mengindikasikan momentum bullish jangka menengah hingga panjang. Target berikutnya diproyeksikan berada di kisaran USD 4.800–USD 4.900, mendekati rekor tertinggi sepanjang masa.

Meski begitu, analis mengingatkan potensi konsolidasi jangka pendek setelah kenaikan tajam ini. Support terdekat kini berada di USD 3.860, sementara koreksi yang lebih dalam bisa menguji USD 2.852 jika terjadi tekanan jual besar di pasar kripto secara keseluruhan.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore