Ilustrasi token PUMP yang turun drastis. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)
JawaPos.com – Nasib altcoin Pump.fun (PUMP) kian tak menentu. Setelah sempat mencetak rekor market cap sebesar USD 2,4 miliar atau sekitar Rp 39 triliun, token ini kini terpuruk di bawah USD 1 miliar atau sekitar Rp 16 triliun.
Harga PUMP anjlok tajam, memicu gelombang kepanikan dan perdebatan sengit di platform X (dulu Twitter), menurut laporan Bitcoin.com dan BeInCrypto, Sabtu (28/7).
Token PUMP yang awalnya diluncurkan lewat Initial Coin Offering (ICO) seharga USD 0,004 sempat meroket ke all-time high USD 0,006812 atau sekitar Rp 111, pada 16 Juli 2025.
Namun, harga kini telah longsor hingga USD 0,0027 atau setara Rp 43, atau turun 59,9 persen dari puncaknya. Bahkan, nilainya kini 31 persen lebih rendah dari harga ICO.
Menurut BeInCrypto, tekanan jual terus membayangi setelah investor besar dikabarkan menarik dananya secara agresif. Candlestick PUMP yang bergerak di atas garis tengah Bollinger Bands justru menjadi sinyal bearish. Ini menunjukkan potensi ledakan volatilitas yang bisa berujung pada penurunan lanjutan.
Indikator Relative Strength Index (RSI) juga mengonfirmasi tekanan jual dominan, karena terus bertahan di bawah level netral 50. Artinya, momentum beli hampir tidak ada, dan pasar belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
PUMP saat ini berada dalam fase konsolidasi antara level support USD 0,0024 (Rp 39) dan resistensi USD 0,0029 (Rp 47). Jika gagal mempertahankan support tersebut, harga bisa melorot ke USD 0,0021 atau sekitar Rp 34.
Di sisi lain, bila PUMP mampu menembus dan mempertahankan USD 0,0029 sebagai support, ada kemungkinan reli menuju USD 0,0038 atau sekitar Rp 62.
Namun, suasana pasar saat ini sangat gelap. Di media sosial, banyak pengguna mencurigai bahwa "whale private sale" melepas sekitar USD 160 juta PUMP ke bursa terpusat. Aksi ini dituding mempercepat penurunan harga dan memicu hilangnya kepercayaan.
“Sentimen saat ini benar-benar bearish, mungkin sudah terlalu ekstrem,” tulis salah satu akun analis di X. “Biasanya dari sini mulai ada tanda-tanda pemulihan, tapi saya rasa belum saatnya.”
Ada pula pengguna yang membela bahwa PUMP bukan skema rug pull, melainkan proyek dengan potensi pendapatan namun menghadapi tantangan likuiditas dan perang platform.
Sebagian lainnya menyindir, “Fartcoin justru token paling sukses dari Pump. Kenapa market cap-nya bisa lebih besar dari PUMP?”
Dengan tekanan teknikal dan psikologis yang berat, masa depan PUMP bergantung pada dua hal: kemampuan menahan level support teknikal, dan kepercayaan investor yang kini nyaris menguap. Satu hal pasti: volatilitas belum selesai, dan PUMP sedang berdiri di ujung tanduk.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
