Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 Juli 2025 | 21.28 WIB

Melek Investasi Digital: Kripto Menjanjikan, Tapi Investor Perlu Pahami Risiko

Ilustrasi Vanuatu yang mulai mengesahkan aturan terkait kripto. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi Vanuatu yang mulai mengesahkan aturan terkait kripto. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)

JawaPos.com - Minat masyarakat Indonesia terhadap aset kripto terus menunjukkan tren naik. Terbukti, menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah investor kripto per Mei 2025 sudah menembus 14,78 juta orang. Angka itu naik 4,38 persen dibanding bulan sebelumnya. Tak hanya itu, nilai transaksi kripto dalam satu bulan berhasil mencapai angka fantastis, yakni Rp 49,57 triliun.

Meski terbilang menjanjikan, investasi kripto tetap menyimpan tantangan, terutama soal edukasi dan pemahaman risiko. Inilah yang mulai disadari banyak pelaku industri, termasuk perusahaan fintech dan penyedia platform aset digital yang kini aktif menyebarkan literasi lewat berbagai cara. Salah satunya lewat kegiatan edukasi langsung ke lingkungan perkantoran.

Salah satu program yang baru-baru ini digelar Pintu, salah satu platform trading kripto di Indonesia, mengusung konsep diskusi ringan seputar investasi kripto dan teknologi blockchain bersama para karyawan sebuah perusahaan fintech di Jakarta. Tujuannya membuka ruang dialog soal peluang, tantangan, dan tentunya risiko yang sering luput dari perhatian investor pemula.

“Kripto memang sedang hype, tapi kita nggak bisa asal ikut-ikutan. Banyak yang tergiur untung cepat, tapi lupa bahwa pasar ini sangat fluktuatif. Harga bisa naik tinggi, tapi bisa juga anjlok dalam hitungan jam,” ungkap Chief Marketing Officer Pintu Timothius Martin di Jakarta.

Satu lagi yang perlu dipahami, kripto lekat kaitannya dengan volatilitas. Volatilitas ini menjadi salah satu risiko utama dalam dunia kripto. Dibandingkan instrumen investasi lain seperti saham atau reksa dana, aset digital punya pergerakan harga yang jauh lebih ekstrem. Di sinilah pentingnya pemahaman yang cukup sebelum terjun.

Edukasi jadi kunci. Bukan hanya untuk memahami istilah seperti blockchain, wallet, atau token, tapi juga agar investor sadar pentingnya strategi, pengelolaan risiko, hingga cara membaca pasar.

“Kita perlu menciptakan budaya investasi yang sehat. Bukan cuma soal cuan, tapi bagaimana jadi investor yang bijak. Apalagi sekarang makin banyak anak muda yang masuk ke dunia ini tanpa bekal pengetahuan yang cukup,” lanjut Martin.

Dengan makin banyaknya inisiatif edukasi seputar kripto yang menyasar komunitas dan lingkungan kerja, harapannya masyarakat bisa lebih siap menghadapi dunia aset digital yang cepat berubah. 

Sebab, dalam dunia kripto yang paling tahan lama bukan yang paling cepat, tapi yang paling siap.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore