
Ilustrasi saham Nvidia. (247wallst.com)
JawaPos.com – Saham raksasa chip pembuat GPU, Nvidia (NVDA), tengah memberikan sinyal teknikal bearish yang mengkhawatirkan: death cross. Pola ini muncul saat rata-rata pergerakan 50 hari menembus ke bawah rata-rata pergerakan 200 hari—sering kali dianggap sebagai awal dari tren turun signifikan.
Dikutip dari Cointelegraph, pola death cross terakhir kali muncul pada April 2022 dan menyebabkan harga saham Nvidia anjlok hingga 47 persen dalam enam bulan berikutnya.
Sinyal ini memunculkan kekhawatiran baru di kalangan trader kripto, khususnya pada sektor token berbasis kecerdasan buatan (AI) yang selama ini kerap mengikuti pergerakan saham Nvidia.
Meski begitu, respons pasar kripto sejauh ini belum menunjukkan korelasi langsung. Beberapa token AI justru mencatatkan kenaikan sejak sinyal itu muncul pada Kamis (21/3).
Token Render (RNDR) naik 4,06 persen menjadi USD 3,33 (Rp 53.946), Bittensor (TAO) naik 2,88 persen menjadi USD 254,79 (Rp 4.129.998), dan Artificial Superintelligence Alliance (FET) juga naik sekitar 2,88 persen ke USD 0,5131 (Rp 8.314).
Walaupun saham Nvidia sebelumnya sempat jadi pemicu euforia token AI—seperti saat melonjak 70 persen menjelang laporan keuangan Q2 2024—nyatanya tidak semua lonjakan harga NVDA selalu diikuti oleh kripto AI.
Ketika Nvidia mencatat lonjakan pendapatan 18 persen pada Q1 2024, banyak trader AI kripto justru kecewa karena harga token tidak ikut naik.
Sejumlah analis dan trader kini mulai skeptis terhadap kelanjutan hype AI dalam kripto. Trader kripto CryptoCosta menulis di X bahwa "hype AI sudah lewat, sekarang saatnya proyek dengan solusi nyata dan pendapatan yang akan bertahan." Sepanjang sebulan terakhir, kapitalisasi pasar token AI dan big data mengalami penurunan hingga 23,70 persen.
Token dengan kapitalisasi pasar terbesar di sektor ini, Near Protocol (NEAR), bahkan sudah terkoreksi hampir 59 persen dalam 12 bulan terakhir, kini diperdagangkan di harga sekitar USD 2,70 atau Rp 43.740.
Namun, tidak semua pelaku pasar bersikap pesimis. Hasil survei CoinGecko terhadap 2.632 responden pada Februari–Maret menunjukkan 44,3 persen masih bullish terhadap masa depan token AI kripto di 2025. Sebanyak 25 persen menyatakan sangat optimistis, dan 19,3 persen lainnya cukup yakin.
Di sisi lain, 26,3 persen responden mengaku agak bearish atau bahkan sepenuhnya pesimis. Sementara 29 persen berada di posisi netral.
Mantan CEO Binance, Changpeng “CZ” Zhao, juga angkat suara dalam diskusi ini. Ia menyatakan bahwa kripto memang cocok menjadi mata uang bagi ekosistem AI, namun tidak semua agen AI membutuhkan token sendiri.
“Gunakan token hanya jika punya skala besar. Fokus pada utilitas, bukan sekadar token,” ujarnya.
Laporan investasi dari Sygnum pada Februari lalu juga menyatakan bahwa meski agen AI menunjukkan pertumbuhan cepat, mereka masih "berjuang membuktikan nilai di luar spekulasi."
Munculnya sinyal bearish dari saham Nvidia belum serta-merta menyeret harga token AI ke bawah. Namun dengan menurunnya minat spekulatif dan tekanan makroekonomi global, proyek-proyek AI kripto kini dituntut untuk menunjukkan nilai nyata—bukan hanya mengandalkan hype.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
