
ILUSTRASI. Valuasi bitcoin sempat naik karena Donald Trump menang pilpres AS. (Brookings Institution)
JawaPos.com – Bitcoin (BTC) memasuki pekan kedua Maret dengan tekanan bearish yang besar, setelah harga turun hingga USD 80.000 (Rp 1,29 miliar). Dalam sepekan terakhir, BTC kehilangan 14% nilainya, menandai candle merah mingguan terbesar dalam sejarahnya.
Menurut laporan Cointelegraph, meskipun bull masih berusaha mempertahankan level USD 78.000 (Rp 1,26 miliar), para analis memperingatkan bahwa tidak banyak yang bisa menghalangi koreksi lebih lanjut. Beberapa prediksi bahkan menyebutkan bahwa Bitcoin bisa turun ke USD 70.000 (Rp 1,12 miliar) dalam waktu dekat.
Trader Kevin Svenson mengungkapkan bahwa Bitcoin kini berada di zona kritis tren parabolik mingguan. “Kita masih bertahan di level terendah pekan lalu, tetapi belum ada titik terendah baru yang terbentuk. Ini adalah kesempatan terakhir Bitcoin untuk mempertahankan tren naiknya,” ujarnya.
Sementara itu, analis lain seperti SuperBro dan CrypNuevo menilai bahwa jika BTC tidak bisa bertahan di atas USD 77.000, tekanan jual bisa semakin besar.
Koreksi tajam Bitcoin berdampak pada Crypto Fear & Greed Index, yang kini turun ke level 17, menandakan “extreme fear” atau ketakutan ekstrem. Ini adalah posisi terendah dalam 17 bulan terakhir, mencerminkan ketidakpastian tinggi di kalangan investor.
Menurut Cointelegraph, pasar crypto kini sepenuhnya menghapus seluruh keuntungan yang diperoleh setelah pengumuman Strategic Bitcoin Reserve oleh Donald Trump awal bulan ini.
Harapan investor akan adanya pembelian besar-besaran Bitcoin oleh pemerintah AS pun pupus, setelah diketahui bahwa BTC yang digunakan untuk cadangan berasal dari aset yang sebelumnya disita, bukan pembelian baru.
Sentimen pasar semakin diperburuk oleh kegagalan KTT Kripto pada Jumat (7/3), yang tidak menghasilkan kebijakan signifikan seperti yang diharapkan investor. KTT Kripto tersebut hanya menyajikan kerangka regulasi stablecoin yang baru akan dirilis pada Agustus, tanpa insentif yang bisa mendongkrak harga crypto dalam jangka pendek.
Dalam waktu dekat, pasar akan menghadapi laporan inflasi AS, termasuk Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI). Bulan lalu, inflasi AS kembali naik, yang menyebabkan pasar kehilangan kepercayaan diri.
Keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada 19 Maret menjadi sorotan utama. Saat ini, peluang pemangkasan suku bunga masih sangat rendah, hanya 3%, menurut data dari CME Group’s FedWatch Tool. Bahkan untuk pertemuan The Fed pada Mei, ekspektasi pemangkasan suku bunga semakin menurun.
Menurut The Kobeissi Letter, pasar saham juga mulai menunjukkan tanda-tanda kelemahan besar. “Di tengah kekacauan perang dagang, ekspektasi pertumbuhan ekonomi turun drastis,” kata mereka dalam laporan terbaru.
Dengan semua faktor ini, banyak analis memperingatkan bahwa Bitcoin masih rentan mengalami penurunan lebih lanjut.
Di tengah kejatuhan harga, ada satu sinyal positif: whale Bitcoin mulai kembali membeli BTC. Menurut data dari Santiment, dalam sepekan terakhir, pemegang Bitcoin besar (10 BTC atau lebih) telah mengakumulasi kembali 5.000 BTC ke dompet mereka. Ini menunjukkan bahwa investor besar melihat harga saat ini sebagai peluang beli.
“Dari pertengahan Februari hingga awal Maret, whale memang melakukan aksi jual, yang berkontribusi pada kejatuhan harga crypto. Namun, sejak 3 Maret, mereka kembali membeli dalam jumlah besar,” tulis Santiment dalam laporannya di platform X.
Meskipun aksi beli ini belum terlihat dalam pergerakan harga Bitcoin, Santiment memperingatkan bahwa pasar sering kali bereaksi dengan sedikit keterlambatan. Jika tren ini berlanjut, paruh kedua Maret bisa menjadi lebih positif bagi Bitcoin, dengan kemungkinan pemulihan harga.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
