Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 Maret 2025 | 05.39 WIB

Pendiri Solana Anatoly Yakovenko: Pemerintah AS Jangan Urus Cadangan Kripto, Bisa Merusak Desentralisasi

Pendiri Solana Anatoly Yakovenko. (Ajaib) - Image

Pendiri Solana Anatoly Yakovenko. (Ajaib)

JawaPos.com - Pendiri Solana Labs, Anatoly Yakovenko, menolak gagasan cadangan strategis kripto yang diusulkan oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Menurutnya, keterlibatan pemerintah dalam cadangan aset kripto justru akan melemahkan desentralisasi—prinsip utama dalam dunia blockchain.

"Urutan pilihan saya: 1. Tidak ada cadangan, karena jika Anda ingin desentralisasi gagal, maka serahkan saja ke pemerintah," kata Yakovenko melalui platform X pada Kamis (6/3).

Meski menentang ide ini, ia memberikan alternatif lain. Yakovenko menyarankan bahwa jika memang harus ada cadangan, sebaiknya tidak dikelola oleh pemerintah pusat, melainkan oleh masing-masing negara bagian di AS.

"Atau, negara bagian bisa menjalankan cadangan sendiri sebagai perlindungan jika Federal Reserve melakukan kesalahan," tambahnya.

Jika akhirnya cadangan nasional tetap dibuat, Yakovenko menekankan bahwa aturannya harus berdasarkan "persyaratan yang dapat diukur secara objektif." Ia juga mengklaim bahwa ekosistem Solana bisa memenuhi standar apa pun yang ditetapkan.

"Saya tidak peduli apa kriterianya, bahkan jika dibuat agar hanya Bitcoin yang memenuhi syarat saat ini. Yang penting kriterianya harus jelas, bisa diukur, dan masuk akal. Jika ada target yang harus dicapai, ekosistem Solana pasti bisa melakukannya," ujar Yakovenko.

Kontroversi Cadangan Kripto AS

Pernyataan Yakovenko muncul di tengah perdebatan soal usulan cadangan strategis kripto AS yang disebut akan mencakup Bitcoin (BTC), Ether (ETH), Solana (SOL), XRP, dan Cardano (ADA).

Detail mengenai rencana ini masih belum jelas, namun telah memicu reaksi beragam di industri kripto.

Sebagian pihak mendukung ide ini karena dianggap bisa mempercepat regulasi yang lebih jelas, termasuk potensi persetujuan ETF untuk XRP dan SOL. Namun, tidak sedikit yang mengkritik langkah ini.

Beberapa skeptis terhadap keputusan memasukkan XRP dan ADA, dengan alasan bahwa kedua aset tersebut tidak memiliki tingkat desentralisasi dan aktivitas pengembang sebesar Bitcoin dan Ethereum. Ada pula yang menuding bahwa Trump hanya ingin mendongkrak nilai aset yang ia miliki secara pribadi.

Pemerintah AS sendiri dijadwalkan mengumumkan detail lebih lanjut terkait cadangan ini dalam KTT Kripto Gedung Putih pada hari Jumat (1/3). Menurut laporan The Block, ada kemungkinan Bitcoin akan diperlakukan secara berbeda dibandingkan altcoin lain dalam kerangka kerja cadangan ini.

"Presiden jelas berpikir bahwa Bitcoin memiliki cadangan strategis," kata Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick. "Pertanyaannya sekarang, bagaimana kita menangani kripto lainnya? Saya pikir modelnya akan diumumkan pada hari Jumat."

Dengan semakin dekatnya pengumuman resmi, dunia kripto kini menanti bagaimana kebijakan ini akan memengaruhi regulasi dan pasar aset digital ke depannya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore