
Ilustrasi whale Ethereum. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Harga Ethereum (ETH) sempat turun tajam lebih dari 5 persen dan kini diperdagangkan di kisaran USD 4.300 atau sekitar Rp 70 juta per koin, Sabtu (30/8).
Ini menjadi penurunan harian paling tajam dalam beberapa pekan terakhir. Namun secara bulanan, Ethereum masih mencatat kenaikan lebih dari 13 persen, menandakan tren jangka panjang belum rusak.
Pertanyaannya kini, apakah penurunan hari ini hanya “noise” sementara atau awal dari koreksi yang lebih dalam? Data teknikal dan on-chain justru menunjukkan potensi bahwa pelemahan ini bisa bersifat sementara.
Indikator penting yang diamati adalah Spent Coins Age Band, yang mengukur jumlah ETH jangka panjang yang dijual. Dalam beberapa hari terakhir, indikator ini anjlok ke level terendah dalam sebulan, yakni 135.000 ETH, turun drastis dari puncak 525.000 ETH di awal Agustus. Artinya, investor jangka panjang kini tidak terlalu aktif menjual untuk ambil untung.
Penurunan aksi ambil untung ini menjadi sinyal stabilisasi pasar. Historisnya, ketika metrik ini menyentuh titik rendah, harga Ethereum cenderung rebound. Contohnya, pada 7 Juli, saat jumlah ETH yang dijual turun ke 64.900 ETH, harga ETH naik dari USD 2.530 menjadi USD 3.862 atau naik sekitar 52 persen.
Hal serupa terjadi pada 17 Agustus, dengan lonjakan 20 persen setelah metrik turun. Kini, penurunan kembali ke level rendah dianggap sebagai tanda bahwa tekanan jual mulai melemah, membuka peluang pemulihan harga.
Yang lebih menarik, investor besar atau whale justru memanfaatkan penurunan ini untuk menambah kepemilikan.
Data menunjukkan bahwa wallet yang menyimpan lebih dari 10.000 ETH telah meningkatkan total asetnya dari 95,76 juta ETH menjadi hampir 96 juta ETH hanya dalam dua hari terakhir. Dengan harga saat ini, itu setara dengan pembelian senilai sekitar USD 1 miliar atau Rp 16,3 triliun.
Secara teknikal, peta likuidasi Bitget juga mengonfirmasi bahwa pasar berada di wilayah penting. Saat ini, posisi short dengan leverage mulai menumpuk di level USD 4.400 atau Rp 71,8 juta. Jika Ethereum berhasil ditutup harian di atas angka itu, maka bisa memicu likuidasi massal bagi trader yang bertaruh harga turun.
Proses likuidasi ini akan memaksa mereka untuk membeli kembali ETH, yang justru akan mendorong harga naik lebih tinggi lagi. Dengan kata lain, jika ETH mampu menembus Rp 71,8 juta, potensi reli lanjutan terbuka lebar.
Di sisi bawah, level support terdekat ada di USD 4.255 atau Rp 69 juta, yang juga merupakan wilayah yang paling banyak dihuni oleh trader long dengan leverage tinggi. Jika harga mampu bertahan di sini, tekanan jual kemungkinan akan melemah karena para trader long yang sempat cemas tidak lagi menghadapi risiko likuidasi besar.
Namun jika ETH menembus ke bawah level tersebut, target penurunan selanjutnya adalah USD 4.064 atau Rp 66,1 juta. Jika itu terjadi, tren jangka pendek bisa berubah menjadi bearish.
Dengan kombinasi faktor on-chain dan teknikal tersebut, saat ini Ethereum berada di titik keseimbangan antara rebound atau koreksi lebih dalam. Namun, sinyal akumulasi dari investor besar dan menurunnya aksi ambil untung bisa menjadi pondasi kuat untuk pembalikan arah.
Jika ETH mampu mempertahankan level Rp 69 juta dan merebut kembali Rp 71,8 juta, maka peluang untuk kembali naik akan semakin besar. Namun jika gagal menahan tekanan, penurunan bisa berlanjut.
Bagi investor, ini bisa menjadi momen untuk mengamati pergerakan Ethereum lebih cermat. Apakah rebound akan terjadi dalam waktu dekat? Atau justru tekanan jual kembali mendominasi? Yang jelas, para paus sudah menunjukkan arah—mereka belanja besar saat harga turun.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
