Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 Maret 2025 | 18.45 WIB

Investor Panik Rugi Rp 1,6 Triliun Gara-Gara Jual Bitcoin di Saat Salah, Ini Strategi Jitu Saat Harga Bitcoin Turun

Ilustrasi bitcoin. (Dimas Pradipta/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi bitcoin. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)

JawaPos.com – Pasar kripto kembali membuktikan satu hal: kepanikan hanya membawa kerugian. Dalam enam minggu terakhir, investor yang terburu-buru menjual Bitcoin mengalami kerugian total sekitar USD 100 juta atau setara dengan Rp 1,6 triliun.

Dikutip dari Bitcoinist, banyak pemilik Bitcoin jangka pendek menjual aset mereka karena ketakutan, hanya untuk melihat harga BTC kembali naik sesaat kemudian.

Fenomena ini adalah pola klasik dalam dunia investasi: FOMO (fear of missing out) disusul dengan kepanikan yang mendorong keputusan emosional.

Sementara investor panik menjual, pemodal berpengalaman justru membeli di saat harga rendah, bersiap menghadapi gelombang kenaikan berikutnya.

Panic Selling: Kesalahan Klasik yang Terulang

Sejarah telah berulang kali menunjukkan bahwa setiap kali Bitcoin mengalami penurunan signifikan, pemulihan harga selalu terjadi di kemudian hari.

Bahkan, Jack Mallers, CEO Strike, tetap optimistis bahwa nilai pasar Bitcoin akan melonjak hingga ratusan triliun dolar di masa depan.

Namun, masih banyak investor yang terjebak dalam siklus buruk: membeli saat harga tinggi dan menjual saat harga turun. Padahal, tren historis menunjukkan bahwa setiap koreksi adalah peluang emas untuk membeli lebih banyak BTC.

Strategi Lebih Cerdas: Menahan dan Memanfaatkan Airdrop

Di tengah situasi ini, investor cerdas tidak hanya menahan Bitcoin mereka, tetapi juga mencari cara untuk memaksimalkan keuntungan.

Salah satunya adalah melalui BTC Bull Token ($BTCBULL), sebuah aset baru yang memberikan airdrop gratis setiap kali harga Bitcoin mencapai level tertentu.

Berbeda dengan aset spekulatif lain yang hanya mengandalkan hype, BTCBULL dirancang untuk memberi insentif kepada investor jangka panjang.

Namun, ada satu syarat utama: airdrop hanya akan diberikan kepada pemegang BTCBULL yang menyimpan aset mereka di Best Wallet.

Dengan harga saat ini hanya USD 0,00241 atau sekitar Rp 39, token ini sedang dalam tahap presale dan telah mengumpulkan lebih dari USD 3,6 juta atau Rp 58 miliar dari investor yang percaya pada prospek jangka panjang Bitcoin.

Jika satu pelajaran bisa dipetik dari enam minggu terakhir, itu adalah: panic selling hanya menguntungkan investor yang lebih sabar.

Daripada menjadi bagian dari investor yang kehilangan USD 100 juta, lebih baik membuat strategi yang lebih matang. Bitcoin bukanlah aset yang akan hilang begitu saja, dan pemegang jangka panjang selalu mendapatkan keuntungan dari volatilitas pasar.

Seperti biasa, sebelum mengambil keputusan investasi, lakukan riset mendalam (DYOR – Do Your Own Research) agar tidak terjebak dalam kesalahan yang sama.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore