Aset kripto Bitcoin. (CFA Institute Blogs)
JawaPos.com – Pasar cryptocurrency mengalami guncangan besar setelah harga Bitcoin (BTC) turun tajam ke USD 80.000 atau sekitar Rp 1,29 miliar pada Minggu (9/3).
Dalam 24 jam terakhir, kapitalisasi pasar BTC menyusut sebesar USD 110 miliar atau sekitar Rp 1.782 triliun, dengan total penurunan mencapai USD 200 miliar sejak Jumat lalu.
Menurut laporan news.bitcoin.com, pada pukul 19:35 ET, harga BTC sedikit pulih ke USD 80.500 (sekitar Rp 1,30 miliar), tetapi masih mencatatkan penurunan 6,6% terhadap dolar AS dalam sehari.
Sentimen pasar yang negatif dipicu oleh kebijakan Presiden Donald Trump, yang baru-baru ini menandatangani perintah eksekutif terkait Strategic Bitcoin Reserve. Langkah ini tampaknya membuat investor khawatir tentang dampak regulasi terhadap pasar kripto.
Selain faktor kebijakan, ketidakpastian ekonomi global juga turut berkontribusi terhadap tekanan di pasar kripto.
Perang tarif AS, yang semakin memanas, serta kebijakan moneter Federal Reserve, menyebabkan penguatan dolar AS dan membuat aset-aset spekulatif seperti kripto mengalami volatilitas tinggi.
Seiring dengan jatuhnya harga Bitcoin, gelombang likuidasi besar-besaran terjadi di pasar kripto. Data menunjukkan bahwa USD 201 juta (sekitar Rp 3,25 triliun) posisi long Bitcoin telah dilikuidasi dalam sehari terakhir.
Secara keseluruhan, total likuidasi di pasar kripto mencapai USD 582,86 juta (sekitar Rp 9,44 triliun), dengan USD 522,95 juta di antaranya berasal dari posisi long.
Selain BTC, beberapa aset digital utama lainnya juga ikut terpukul. Ethereum (ETH), Solana (SOL), XRP, dan Dogecoin (DOGE) mengalami penurunan seiring dengan guncangan pasar.
Saat ini, total kapitalisasi pasar kripto berada di USD 2,65 triliun (sekitar Rp 42.930 triliun), turun 6,42% dalam sehari.
Para analis memperkirakan volatilitas pasar kripto masih akan berlanjut hingga pertengahan April. Tekanan dari kebijakan moneter AS serta ketidakpastian ekonomi global berpotensi membuat harga Bitcoin dan aset digital lainnya terus berfluktuasi.
Bagi investor, periode ini menjadi ujian kesabaran dalam menghadapi gejolak pasar yang belum menunjukkan tanda-tanda stabilitas.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
