
Presiden Donald Trump dan kabinetnya saat KTT Kripto. (YouTube The White House)
JawaPos.com – KTT Kripto Gedung Putih yang digelar pada Jumat 7 Maret menuai beragam reaksi dari komunitas Bitcoin. Beberapa investor melihatnya sebagai momen bersejarah, sementara yang lain menganggapnya sebagai acara yang mengecewakan.
Kyle Samani, managing partner di Multicoin Capital yang hadir di acara tersebut, menyebutnya sebagai “momen bersejarah” bagi industri kripto.
Miles Deutscher, seorang trader kripto, juga menilai acara ini sebagai “keuntungan besar” bagi Bitcoin, meskipun reaksi pasar tidak sepenuhnya positif.
Namun, tidak semua pihak sependapat. Nic Puckrin, CEO Coin Bureau, mempertanyakan apakah benar ada terobosan baru dalam pertemuan ini setelah melihat grafik pergerakan harga Bitcoin yang cenderung datar.
Bitcoin maximalist Justin Bechler bahkan menyebut acara ini sebagai pertemuan para pelobi yang hanya mendorong token dengan pengawasan pemerintah di platform X.
Pasar tampaknya tidak terlalu antusias dengan hasil KTT ini. Harga Bitcoin turun sekitar 7,3% setelah Trump menandatangani perintah eksekutif untuk membentuk Bitcoin strategic reserve.
Banyak investor menafsirkan ini sebagai peristiwa sell-the-news, di mana harga turun setelah ekspektasi besar yang tidak terpenuhi.
Dilansir dari Cointelegraph, Bitcoin ETF mencatat outflow sebesar USD 370 juta (sekitar Rp 5,99 triliun) setelah pengumuman tersebut.
Hal ini menunjukkan bahwa beberapa investor besar memilih menarik dana mereka karena menganggap kebijakan baru ini tidak cukup menggairahkan pasar.
Salah satu faktor kekecewaan adalah pemerintah AS hanya akan memperoleh Bitcoin melalui penyitaan aset dan strategi anggaran yang tidak menambah utang negara.
Para Bitcoin maximalist sebelumnya berharap bahwa AS akan secara aktif membeli BTC untuk cadangan nasionalnya, bukan hanya mengandalkan aset sitaan.
Penurunan harga ini memicu perdebatan di komunitas kripto. Sebagian besar investor kini memprediksi bahwa Bitcoin akan jatuh ke USD 70.000 (sekitar Rp 1,13 miliar) dalam waktu dekat sebelum kembali naik ke USD 100.000 (sekitar Rp 1,62 miliar).
Dengan respons pasar yang kurang menggembirakan terhadap kebijakan baru Trump, muncul pertanyaan besar: Apakah Bitcoin telah mencapai puncak siklusnya, atau justru masih memiliki potensi untuk naik lebih tinggi di 2025?
Yang jelas, KTT Kripto ini menandai perubahan besar dalam pendekatan pemerintah AS terhadap Bitcoin. Namun, pasar tampaknya masih menunggu langkah konkret yang benar-benar bisa membawa BTC ke level berikutnya.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
