Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 Maret 2025 | 19.45 WIB

Investor Bitcoin Terbelah: KTT Kripto Trump Bersejarah Tapi Mengecewakan

Presiden Donald Trump dan kabinetnya saat KTT Kripto. (YouTube The White House) - Image

Presiden Donald Trump dan kabinetnya saat KTT Kripto. (YouTube The White House)

 

JawaPos.com – KTT Kripto Gedung Putih yang digelar pada Jumat 7 Maret menuai beragam reaksi dari komunitas Bitcoin. Beberapa investor melihatnya sebagai momen bersejarah, sementara yang lain menganggapnya sebagai acara yang mengecewakan.

Kyle Samani, managing partner di Multicoin Capital yang hadir di acara tersebut, menyebutnya sebagai “momen bersejarah” bagi industri kripto.

Miles Deutscher, seorang trader kripto, juga menilai acara ini sebagai “keuntungan besar” bagi Bitcoin, meskipun reaksi pasar tidak sepenuhnya positif.

Namun, tidak semua pihak sependapat. Nic Puckrin, CEO Coin Bureau, mempertanyakan apakah benar ada terobosan baru dalam pertemuan ini setelah melihat grafik pergerakan harga Bitcoin yang cenderung datar.

Bitcoin maximalist Justin Bechler bahkan menyebut acara ini sebagai pertemuan para pelobi yang hanya mendorong token dengan pengawasan pemerintah di platform X.

Harga Bitcoin Turun 7,3% Setelah KTT Kripto

Pasar tampaknya tidak terlalu antusias dengan hasil KTT ini. Harga Bitcoin turun sekitar 7,3% setelah Trump menandatangani perintah eksekutif untuk membentuk Bitcoin strategic reserve.

Banyak investor menafsirkan ini sebagai peristiwa sell-the-news, di mana harga turun setelah ekspektasi besar yang tidak terpenuhi.

Dilansir dari Cointelegraph, Bitcoin ETF mencatat outflow sebesar USD 370 juta (sekitar Rp 5,99 triliun) setelah pengumuman tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa beberapa investor besar memilih menarik dana mereka karena menganggap kebijakan baru ini tidak cukup menggairahkan pasar.

Salah satu faktor kekecewaan adalah pemerintah AS hanya akan memperoleh Bitcoin melalui penyitaan aset dan strategi anggaran yang tidak menambah utang negara.

Para Bitcoin maximalist sebelumnya berharap bahwa AS akan secara aktif membeli BTC untuk cadangan nasionalnya, bukan hanya mengandalkan aset sitaan.

Akankah Bitcoin Jatuh ke USD 70.000 Sebelum Mencapai USD 100.000?

Penurunan harga ini memicu perdebatan di komunitas kripto. Sebagian besar investor kini memprediksi bahwa Bitcoin akan jatuh ke USD 70.000 (sekitar Rp 1,13 miliar) dalam waktu dekat sebelum kembali naik ke USD 100.000 (sekitar Rp 1,62 miliar).

Dengan respons pasar yang kurang menggembirakan terhadap kebijakan baru Trump, muncul pertanyaan besar: Apakah Bitcoin telah mencapai puncak siklusnya, atau justru masih memiliki potensi untuk naik lebih tinggi di 2025?

Yang jelas, KTT Kripto ini menandai perubahan besar dalam pendekatan pemerintah AS terhadap Bitcoin. Namun, pasar tampaknya masih menunggu langkah konkret yang benar-benar bisa membawa BTC ke level berikutnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore