David Sacks, penasihat khusus Gedung Putih untuk AI dan kripto. (Paul Chinn/San Francisco Chronicle via Getty Images)
JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi menandatangani perintah eksekutif untuk membentuk Strategic Bitcoin Reserve, Kamis (6/3). Tujuannya, untuk menyimpan aset kripto hasil penyitaan pemerintah.
"Beberapa menit yang lalu, Presiden Trump menandatangani Perintah Eksekutif untuk membentuk Cadangan Bitcoin Strategis," ungkap David Sacks, penasihat khusus Gedung Putih untuk AI dan kripto, dalam unggahan di X, Jumat (7/3).
Langkah ini bertujuan untuk menyimpan Bitcoin sebagai aset jangka panjang, tanpa rencana penjualan, sehingga dapat berfungsi sebagai penyimpan nilai seperti emas di Fort Knox.
"Cadangan ini akan didanai dengan Bitcoin yang telah disita oleh pemerintah dalam kasus perdata atau pidana. Ini berarti tidak akan membebani pajak rakyat," jelas Sacks.
Saat ini, diperkirakan pemerintah AS memegang sekitar 200.000 BTC (senilai USD 17,87 miliar atau sekitar Rp 289,49 triliun, asumsi kurs 1 USD = Rp 16.200).
Namun, Sacks mengungkapkan bahwa tidak pernah ada audit lengkap terhadap kepemilikan kripto pemerintah, sehingga perintah eksekutif ini juga menginstruksikan pemeriksaan menyeluruh atas semua aset digital yang dimiliki negara.
Salah satu alasan utama dibentuknya cadangan ini adalah untuk menghindari kerugian akibat penjualan Bitcoin terlalu dini.
Menurut Sacks, penjualan prematur BTC oleh pemerintah AS telah menyebabkan kerugian lebih dari USD 17 miliar (sekitar Rp 275,4 triliun) karena Bitcoin terus mengalami kenaikan harga setelah dijual.
"Sekarang, pemerintah federal memiliki strategi untuk memaksimalkan nilai kepemilikannya," kata Sacks.
Sebagai tambahan, Departemen Keuangan dan Departemen Perdagangan AS diberi mandat untuk mencari strategi pembelian Bitcoin yang tidak membebani anggaran negara. Artinya, jika ada cara untuk menambah kepemilikan BTC tanpa mengorbankan pajak rakyat, pemerintah dapat melakukannya.
Selain cadangan Bitcoin, perintah eksekutif ini juga membentuk U.S. Digital Asset Stockpile, yaitu cadangan aset digital lainnya selain Bitcoin yang telah disita oleh pemerintah dalam kasus hukum. Namun, tidak ada rencana untuk membeli aset baru.
"Pemerintah tidak akan membeli aset tambahan untuk Stockpile ini di luar yang diperoleh melalui penyitaan," tegas Sacks.
Tujuan dari cadangan ini adalah mengelola aset digital pemerintah secara bertanggung jawab di bawah Departemen Keuangan.
Menurut Sacks, langkah ini menunjukkan komitmen Trump untuk menjadikan AS sebagai pusat industri kripto dunia.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
