Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Juli 2025 | 03.50 WIB

Komunitas Perempuan Berkebaya Semarakkan Hari Kebaya Nasional 2025, Rayakan Busana Tradisional yang Sarat Makna

Sejumlah peragawati memperagakan busana kebaya rancangan Arsita Craft saat parade kebaya di Jakarta, Kamis (24/7) (Hafidz Mubarak/ANTARA) - Image

Sejumlah peragawati memperagakan busana kebaya rancangan Arsita Craft saat parade kebaya di Jakarta, Kamis (24/7) (Hafidz Mubarak/ANTARA)

JawaPos.com – Komunitas Perempuan Berkebaya (KPB) turut menyemarakkan perayaan Hari Kebaya Nasional 2025 yang jatuh pada Kamis (24/7).

Pagelaran Hari Kebaya Nasional 2025 dengan tema "Kebaya: Merajut Kebhinekaan" ini diadakan di Museum Mandiri, Jakarta.

Dikutip dari situs berita ANTARA dan akun Instagram @perempuanberkebaya, pengurus KPB sekaligus ketua penyelenggara acara tersebut Rihaya Syukur memberikan sambutan tentang makna kebaya.

"Kebaya adalah jati diri perempuan Indonesia. Kami ingin mengajak masyarakat terutama generasi muda untuk kembali mengenal, mencintai, dan membanggakan kebaya," kata Rihaya di Jakarta, Kamis (24/7).

Rihaya menilai kebaya tidak hanya menjadi busana melainkan juga membawa sejarah dan peradaban perempuan Indonesia yang tidak lekang oleh waktu.

"Ini bukan soal pakaian, tapi tentang peradaban. Kebaya membawa sejarah dan filosofi yang kaya," tandasnya.

Perayaan "Kebaya: Merajut Kebhinekaan" ini berisi serangkaian acara mulai dari parade kebaya Nusantara, pertunjukan budaya, sesi diskusi inspiratif perempuan berkebaya, hingga kolaborasi dan jejaring lintas komunitas.

Pagelaran itu dihelat mulai dari jam 12.00-16.30 WIB dan disiarkan secara langsung melalui akun Instagram @perempuanberkebaya.

Setidaknya ada beberapa tamu undangan dari perwakilan negara lain mulai dari Malaysia, Thailand, Timor Leste, hingga Kazakhstan dalam acara tersebut.

Penggagas KPB Lia Nathalia mengakui bahwa tidak sedikit orang yang salah mengartikan tentang kebaya sebagai busana.

"Kebaya adalah blus bagian atas kita. Jadi, sebenarnya ini kita kupas dipadupadankan dengan berbagai macam kain yang variatif dari Indonesia, tentu saja, kita memiliki kain tenun, batik, dan lainnya," katanya.

Lia kemudian menambahkan bahwa museum menjadi tempat diadakannya pagelaran tersebut untuk mengajak masyarakat lebih banyak belajar mengenai sejarah.

"Komunitas kami juga berupaya untuk mengedukasi sebanyak mungkin orang agar datang dan mengunjungi museum, agar mengetahui sejarah bangsa ini. Karena hal ini masih cukup jarang dilakukan," tambahnya.

Sebelumnya Pemerintah Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2023 telah menetapkan tanggal 24 Juli sebagai Hari Kebaya Nasional.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore