
Ilustasi gigi putih karena perawatan yang rutin dilakukan.
JawaPos.com - Jika ingin gigi putih dan rapi, saat ini sedang berkembangtren Veneer. Teknik ini mampu memperbaiki susunan gigi yang terlalu maju atau tak rapi. Teknik ini banyak dilakukan oleh artis. Akan tetapi pertanyaannya, jika memang bagus, mengapa dokter gigi tak ada yang mau menggunakannya sendiri?
Teknik Veneer terbagi menjadi dua yakni teknik Veneer langsung (direct) dan tidak langsung (indirect). Teknik Veneer langsung adalah menggunakan bahan tambalan atau komposit pemutih. Sedangkan teknik Veneer tak langsung menggunakan bahan porselain sehingga lebih tahan lama.
Dalam Dental Talkshow sekaligus launching Beautylogica Clinic, drg. Jeffry Susanto mengungkapkan berbagai dampak teknik Veneer. Ternyata, teknik Veneer akan mengasah gigi dan membuat cetakannya secara permanen. Veneer akan digunakan selama seumur hidup. Maka harus dilakukan oleh ahli yang tepat.
"Dampaknya apa si? Saya selalu tanya ke pasien, seberapa perlu? Kalau enggak perlu ngapain. Memang kami enak saja mengerjakannya karena memang biayanya mahal. Dan lagi tren saja, jadi berbondong-bondong mau veneer," katanya dalam konferensi pers, Jumat (13/7).
Akan tetapi, jika memang ingin mempercantik diri dan senyuman, Jeffry mempersilahkan siapa saja ingin Veneer. Namun harus mengetahui dampaknya terlebih dahulu.
"Kalau menurut saya Veneer dilihat dari kebutuhan pasien. Saya tanya dulu ke pasiennya, kenapa enggak whitening saja kalau mau putih? Kalau whitening hanya disinarin lalu dikasih gel, nanti warna akan putih. Lalu tak permanen kayak Veneer. Sampai nenek-nenek juga masih ada tuh Veneer, enggak mungkin dikembalikan," tukas Jeffry.
Jika terlalu tebal atau terlalu putih tak sesuai dengan warna kulit, Jeffry menilai Veneer akan tak cocok pada seseorang. Sebab membuat mulut seolah tebal dan sulit menutup.
"Apalagi kebayang kan kalau terlalu putih pakai lipstik merah, terus kulit tubuhnya enggak putih. Waduh seolah menonjol sekali giginya," ungkap Jeffry tertawa.
Dampak lainnya, kata dia, jika Veneer hanya bersifat tambalan, maka pasien harus rutin merawatnya datang ke dokter gigi berbeda jika dibanding Veneer porselain. Kemudian, seseorang yang giginya diveneer, maka tak akan bisa makan sewajarnya seperti orang yang tidak diveneer.
"Tak boleh lagi makan keras-keras, kacang, kuaci, lalu enggak boleh gigit plastik buka bungkus makanan, sebab nanti veneernya enggak bagus," jelas Jeffry.
Selain itu, jika tidak dilakukan dengan tepat dalam mengasahnya, akan membuat gigi dan gusi meradang. Akibatnya bisa membuat bau mulut. Meskipun bau mulut juga bisa disebabkan oleh karang gigi. Maintanance atau perawatan yang dibutuhkan adalah 3-4 tahun untuk jenis Veneer porselain.
"Maka jika pertanyaannya, Kenapa dokter gigi enggak ada yang mau diveneer? Jawabannya karena kita tahu Veneer itu seperti apa," tutup Jeffry tersenyum.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ketua Komisi II DPR Usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Tak Hanya Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah
Prediksi Skor Estudiantes vs Flamengo: Panas Menuju Final Copa Libertadores
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante: Granotes Paksa Tuan Rumah Berbagi Poin
Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Skor Garudayaksa FC vs Arema FC: Singo Edan Kembali ke Jalur Kemenangan
Prediksi Skor Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga: Lini Pertahanan Rapuh Jadi Ancaman Tuan Rumah
KPK Terima Pengembalian Uang Rp 800 Juta dari Hercules Berkaitan Kasus Suap HGB Summarecon
Prediksi Skor Le Mans vs Toulouse: Duel Seru Tim Papan Bawah Demi Lolos Zona Degradasi
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022