
Petugas memakamkan jenazah korban Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Senin (7/9/2020). Ketua Komite Kebijakan Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto mengklaim case fatality rate atau tingkat kematian akibat Covid-19
JawaPos.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan prediksi jumlah kematian akibat Covid-19. Angka kematian akibat Covid-19 bisa 2 kali lipat sebelum vaksin ditemukan.
Data Worldometers menyebutkan jumlah kematian global saat ini hampir mencapai 1 juta orang. Jumlah itu bisa 2 kali lipat sebelum vaksin ditemukan.
Kepala Darurat WHO Dr Mike Ryan, mengatakan, angka tersebut bisa lebih tinggi tanpa tindakan bersama secara global. Infeksi virus terus meningkat, dengan 32 juta kasus dikonfirmasi secara global. Apalagi menjelang musim dingin.
Sejauh ini, AS, India, dan Brasil telah mengonfirmasi kasus terbanyak, mencatat lebih dari 15 juta kasus positif. Tetapi dalam beberapa hari terakhir, telah terjadi lonjakan infeksi di seluruh Eropa. Kondisi ini mendorong peringatan penguncian nasional serupa dengan yang diberlakukan pada puncak gelombang pertama pandemi.
"Secara keseluruhan di wilayah Eropa, kami melihat peningkatan penyakit yang mengkhawatirkan," kata Dr. Ryan tentang lonjakan kasus yang nyata di Eropa seperti dilansir dari BBC, Minggu (27/9).
Dia mendesak orang Eropa untuk bertanya pada diri mereka sendiri apakah mereka telah mematuhi protokol kesehatan. Lalu apakah sudah melakukan seperti pengujian dan penelusuran, karantina dan jarak sosial.
"Penguncian atau lockdown merupakan pilihan terakhir. Dan untuk berpikir bahwa kita harus kembali pada pilihan terakhir pada bulan September ini, itu pemikiran yang cukup serius," kata Dr Ryan kepada wartawan di markas besar WHO di Jenewa.
"Bukan tidak mungkin (mencapai 2 juta kematian sebelum vaksin ditemukan)," tambahnya.
Menurutnya vaksin yang efektif mungkin tidak cukup untuk mencegah kematian melebihi dua juta. "Apakah kita siap melakukan apa yang diperlukan untuk menghindari angka itu?," tukasnya.
Di seluruh dunia, pedoman jarak sosial yang lebih ketat dan pembatasan bisnis diberlakukan untuk mengekang lonjakan kedua. Ahli Penyakit Menular AS Dr Anthony Fauci, mengatakan gelombang pertama pandemi belum berakhir di AS, karena infeksi belum cukup menurun sejak awal wabah.
"Daripada mengatakan, 'gelombang kedua,' apakah kita siap menghadapi tantangan musim gugur dan musim dingin?", kata Dr Fauci kepada CNN.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=q6usnjR_m1k&t

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
