Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 30 Mei 2026 | 19.38 WIB

WHO: Tingkat Kematian Ebola Bundibugyo Bisa Capai 50 Persen, Wabah Masih Mengkhawatirkan

Ilustrasi virus Ebola. (Freepik) - Image

Ilustrasi virus Ebola. (Freepik)

JawaPos.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa tingkat kematian akibat virus Ebola galur Bundibugyo yang saat ini mewabah dapat mencapai 50 persen. Artinya, lima dari setiap 10 pasien yang terinfeksi berpotensi meninggal dunia.

Pejabat teknis Program Kedaruratan Kesehatan WHO, Anais Legand, menjelaskan bahwa berdasarkan pengalaman wabah Bundibugyo sebelumnya, tingkat fatalitas kasus terkonfirmasi berada di kisaran 30 hingga 50 persen.

“Angka ini sangat tinggi. Artinya, hingga lima dari setiap 10 orang kemungkinan akan meninggal,” ujar Legand dalam pengarahan di Jenewa, Jumat (29/5), seperti dikutip RIA Novosti.

WHO juga mengumumkan perkembangan terbaru terkait upaya penanganan wabah. Pada Kamis (28/5), badan kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut menerbitkan rekomendasi perawatan suportif bagi pasien Ebola serta memaparkan perkembangan kandidat vaksin yang tengah dikembangkan.

Salah satu kandidat vaksin yang dinilai paling menjanjikan adalah vaksin rekombinan dosis tunggal rVSV Bundibugyo yang dikembangkan oleh International AIDS Vaccine Initiative (IAVI).

Menurut WHO, vaksin tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tujuh hingga sembilan bulan sebelum dapat digunakan secara lebih luas.

Selain itu, kandidat vaksin lain bernama ChAdOx1 Bundibugyo juga tengah dikembangkan oleh Universitas Oxford bersama Serum Institute of India. WHO memperkirakan vaksin ini dapat tersedia dalam waktu dua hingga tiga bulan untuk dievaluasi efektivitasnya melalui uji klinis.

Meski demikian, WHO menilai masih terlalu dini untuk memastikan apakah wabah Ebola yang terjadi di Republik Demokratik Kongo (RDK) telah melewati puncak penyebarannya.

“Hingga 28 Mei tercatat 125 kasus terkonfirmasi, termasuk 17 kematian, yang tersebar di 13 zona kesehatan,” kata Legand.

WHO memperkirakan jumlah kasus baru masih berpotensi meningkat seiring dengan perluasan pengujian terhadap masyarakat di wilayah terdampak.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore