Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 November 2026 | 03.16 WIB

Mengapa Diagnosis Kesehatan Mental Semakin Populer di Media Sosial?

Diagnosis Kesehatan Mental di Sosial Media (magnific) - Image

Diagnosis Kesehatan Mental di Sosial Media (magnific)

JawaPos.com - Media sosial kini bukan hanya menjadi tempat berbagi cerita dan mencari hiburan, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk mengenali kondisi psikologis mereka.

Berbagai istilah seperti depresi, bipolar, ADHD, hingga narsistik semakin sering ditemukan dalam konten digital.

Namun, popularitas istilah tersebut memunculkan fenomena yang menarik perhatian, yakni ketika diagnosis kesehatan mental perlahan berubah menjadi identitas dan bagian dari branding diri.

Dikutip dari Psychology Today, dijelaskan bagaimana strategi pemasaran dan media sosial dapat membentuk keterikatan emosional seseorang terhadap diagnosis tertentu.

Konsep ini berkaitan dengan strategi branding yang menawarkan rasa memiliki, identitas, dan komunitas. Akibatnya, seseorang tidak hanya mengenali gejala gangguan mental, tetapi juga bisa merasa sangat terikat dengan label diagnosis yang mereka temukan di internet.

Fenomena tersebut semakin berkembang melalui konten TikTok dan platform digital lainnya. Istilah psikologi yang seharusnya digunakan secara hati-hati dalam konteks profesional sering kali disederhanakan menjadi penjelasan instan atas berbagai perilaku manusia.

Misalnya, perubahan suasana hati langsung dikaitkan dengan bipolar, sementara konflik hubungan dengan mudah disebut sebagai gaslighting atau perilaku narsistik.

Padahal, diagnosis kesehatan mental membutuhkan pemahaman menyeluruh dan tidak cukup ditentukan melalui beberapa ciri yang ditemukan dalam unggahan media sosial.

Avella juga menyoroti bagaimana pemasaran industri kesehatan mental dapat menjadikan diagnosis sebagai bagian dari strategi komersial.

Dalam pendekatan tersebut, kebutuhan masyarakat terhadap pemahaman kondisi psikologis dapat dimanfaatkan untuk membangun permintaan terhadap produk maupun layanan tertentu.

Editor: Hanny Suwindari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore