Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 30 Mei 2026 | 21.54 WIB

Jangan Menerka-nerka, Diagnosis Lupus Tidak Bisa Hanya Lewat Satu Tes

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Reumatologi, dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR. - Image

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Reumatologi, dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR.

JawaPos.com - Lupus merupakan penyakit autoimun kronis yang dapat menyerang hampir seluruh organ tubuh. Sering kali, penyakit autoimun kronis ini kerap terlambat didiagnosis.

Diungkapkan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Reumatologi, dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR, dari sisi diagnosis, dr. Sandra menjelaskan bahwa lupus tidak dapat ditegakkan hanya melalui satu pemeriksaan laboratorium. Tes ANA (Antinuclear Antibody) memang sering digunakan sebagai pemeriksaan awal, tetapi hasil positif tidak otomatis berarti seseorang menderita lupus.

“ANA yang positif belum tentu pasien itu lupus. Harus ada gejala yang cocok dan memenuhi skor,” katanya.

Diagnosis lupus, lanjut dr. Sandra, mengacu pada kriteria yang disusun organisasi lupus internasional melalui ACR dan EULAR. Dokter akan menilai gabungan gejala klinis serta hasil pemeriksaan laboratorium sebelum menetapkan diagnosis.

Gejala seperti rambut rontok, sariawan berulang, gangguan darah, kelainan kulit hingga keterlibatan sistem saraf memiliki nilai skor tertentu yang harus dipenuhi.

“Untuk menegakkan diagnosis lupus membutuhkan pemeriksaan fisik dari dokternya selain pemeriksaan laboratorium,” tegasnya.

Ia menambahkan, lupus sering menjadi silent burden atau beban tersembunyi karena kerap tidak disadari hingga muncul komplikasi serius.

dr. Sandra mengungkap bahwa sekitar 50 persen pasien telah mengalami gangguan organ dalam lima tahun setelah diagnosis ditegakkan. Selain itu, angka kematian lupus di Indonesia masih tergolong tinggi, sekitar 8,1 persen, dengan infeksi menjadi salah satu penyebab utamanya.

Lupus Tidak Bisa Sembuh Total, tapi Bisa Dikendalikan

Dari segi penyembuhan, dr. Sandra menegaskan lupus merupakan penyakit kronis yang tidak dapat sembuh total. Dalam perjalanannya, pasien dapat mengalami fase kambuh (flare) maupun remisi atau penurunan aktivitas penyakit.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore