
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Reumatologi, dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR.
JawaPos.com - Lupus merupakan penyakit autoimun kronis yang dapat menyerang hampir seluruh organ tubuh. Sering kali, penyakit autoimun kronis ini kerap terlambat didiagnosis.
Diungkapkan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Reumatologi, dr. Sandra Sinthya Langow, Sp.PD-KR, dari sisi diagnosis, dr. Sandra menjelaskan bahwa lupus tidak dapat ditegakkan hanya melalui satu pemeriksaan laboratorium. Tes ANA (Antinuclear Antibody) memang sering digunakan sebagai pemeriksaan awal, tetapi hasil positif tidak otomatis berarti seseorang menderita lupus.
“ANA yang positif belum tentu pasien itu lupus. Harus ada gejala yang cocok dan memenuhi skor,” katanya.
Diagnosis lupus, lanjut dr. Sandra, mengacu pada kriteria yang disusun organisasi lupus internasional melalui ACR dan EULAR. Dokter akan menilai gabungan gejala klinis serta hasil pemeriksaan laboratorium sebelum menetapkan diagnosis.
Gejala seperti rambut rontok, sariawan berulang, gangguan darah, kelainan kulit hingga keterlibatan sistem saraf memiliki nilai skor tertentu yang harus dipenuhi.
“Untuk menegakkan diagnosis lupus membutuhkan pemeriksaan fisik dari dokternya selain pemeriksaan laboratorium,” tegasnya.
Ia menambahkan, lupus sering menjadi silent burden atau beban tersembunyi karena kerap tidak disadari hingga muncul komplikasi serius.
dr. Sandra mengungkap bahwa sekitar 50 persen pasien telah mengalami gangguan organ dalam lima tahun setelah diagnosis ditegakkan. Selain itu, angka kematian lupus di Indonesia masih tergolong tinggi, sekitar 8,1 persen, dengan infeksi menjadi salah satu penyebab utamanya.
Lupus Tidak Bisa Sembuh Total, tapi Bisa Dikendalikan
Dari segi penyembuhan, dr. Sandra menegaskan lupus merupakan penyakit kronis yang tidak dapat sembuh total. Dalam perjalanannya, pasien dapat mengalami fase kambuh (flare) maupun remisi atau penurunan aktivitas penyakit.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022