Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 November 2026 | 16.44 WIB

Jangan Panik, 7 Langkah Pertolongan Pertama untuk Orang Pingsan

Orang Pingsan (Canva)  - Image

Orang Pingsan (Canva) 

JawaPos.com - Pingsan merupakan kondisi ketika seseorang kehilangan kesadaran untuk sementara waktu akibat berkurangnya aliran darah ke otak. Kondisi ini dapat terjadi secara tiba-tiba dan membuat orang di sekitarnya panik.

Pingsan bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti berdiri terlalu lama, dehidrasi, kelelahan, hingga penurunan tekanan darah. Meskipun sebagian orang dapat kembali sadar dalam waktu singkat, kondisi ini tetap perlu mendapatkan penanganan yang tepat.

Pertolongan pertama perlu dilakukan untuk menjaga keselamatan korban dan mencegah terjadinya cedera lebih lanjut. Melansir dari National Health Service dan Mayo Clinic, Senin (2/11), berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan ketika seseorang pingsan. 

1. Pastikan Kondisi Sekitar Aman

Sebelum memberikan pertolongan, pastikan lingkungan di sekitar korban aman. Jauhkan benda-benda yang berpotensi menyebabkan cedera dan pastikan korban berada di tempat yang tidak membahayakan keselamatannya. Jika memungkinkan, mintalah bantuan orang lain untuk mendampingi selama proses pertolongan berlangsung.

2. Periksa Respon Orang yang Pingsan 

Coba periksa kesadaran orang yang pingsan dengan memanggilnya menggunakan suara yang cukup keras atau menepuk bahunya secara perlahan. Perhatikan apakah orang tersebut membuka mata, bergerak, atau memberikan respons lainnya. Langkah ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadarannya sebelum memberikan pertolongan lebih lanjut.

3. Periksa Pernapasannya

Cara selanjutnya yaitu pastikan korban masih bernapas secara normal dengan memperhatikan pergerakan dada dan mendengarkan suara napas selama maksimal 10 detik.

Jika korban tidak bernapas normal atau hanya terengah-engah, segera hubungi layanan darurat dan lakukan resusitasi jantung paru (RJP) atau CPR jika mampu. Gunakan alat AED apabila tersedia.

4. Baringkan dan Angkat Kedua Kakinya

Jika korban masih bernapas normal dan tidak menunjukkan tanda-tanda cedera serius, baringkan tubuhnya dalam posisi telentang. Kemudian, angkat kedua kaki sekitar 30 sentimeter untuk membantu meningkatkan aliran darah menuju otak.

Namun, jangan mengangkat kaki jika tindakan tersebut menimbulkan rasa sakit atau terdapat dugaan cedera pada kaki, pinggul, maupun tulang belakang.

5. Longgarkan Pakaian yang Terlalu Ketat

Pakaian yang terlalu ketat di sekitar leher dan pinggang sebaiknya dilonggarkan agar korban merasa lebih nyaman. Misalnya, dengan membuka kancing kerah baju atau melonggarkan ikat pinggang.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore