
Keracunan Makanan (magnific)
JawaPos.com - Keracunan makanan dapat menyebabkan muntah, diare, kram perut, kelelahan, hingga demam ringan.
Kondisi ini biasanya terjadi setelah seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri, virus, parasit, maupun racun.
Meski sebagian besar kasus membaik dalam beberapa hari, tubuh terkadang membutuhkan waktu lebih lama untuk memulihkan fungsi pencernaan sepenuhnya.
Dikutip dari Harvard Health, gejala keracunan makanan umumnya berlangsung sekitar 12–48 jam. Namun, infeksi tertentu, termasuk yang disebabkan oleh bakteri E. coli, Salmonella, atau Campylobacter, dapat memerlukan waktu lebih lama untuk pulih.
Setelah gejala utama mereda, sebagian orang masih mengalami kembung, kelelahan, atau sensitivitas pada saluran pencernaan.
Langkah terpenting selama pemulihan adalah menjaga tubuh tetap terhidrasi. Muntah dan diare dapat menyebabkan kehilangan cairan serta elektrolit, sehingga air putih, kaldu bening, dan minuman yang tidak mengandung kafein dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan.
Pada kondisi tertentu, larutan rehidrasi oral juga diperlukan untuk menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang. Minumlah sedikit demi sedikit jika perut masih terasa mual.
Ketika nafsu makan mulai kembali, pilih makanan yang mudah ditoleransi oleh tubuh, seperti nasi, roti tawar, biskuit sederhana, oatmeal, telur, ayam, ikan, dan sayuran yang dimasak hingga lunak.
Porsi kecil dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada perut. Untuk sementara, sebagian orang mungkin perlu membatasi makanan berlemak, gorengan, makanan pedas, minuman manis, kafein, produk susu, serta makanan tinggi serat jika bahan-bahan tersebut memperburuk gejala.
Meski gejala utama sudah hilang, gangguan pencernaan terkadang dapat bertahan lebih lama. Sebagian orang mengalami sindrom iritasi usus pascainfeksi atau gangguan pencernaan fungsional setelah keracunan makanan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Matheus Lagoa Segera Bela Persebaya Surabaya, Cedera Betis Pulih, 30 Gol Jadi Modal
5 Cara Menemukan Jodoh Bagi Orang Introvert Yang Tidak Suka Bersosialisasi
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri
Prediksi Al Ittihad vs Al Ain di ACL Elite, Tuan Rumah Lebih Diunggulkan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022