
John Deanfield, pakar kardiologi dari University College London (UCL) dalam sambutannya di The 3rd Symposium of Indonesian Health Resilience Association (SIERA) 2026. (Rian/JawaPos.com)
JawaPos.com - Pencegahan penyakit perlu menjadi prioritas dalam sistem kesehatan nasional, bukan sekadar mengandalkan pengobatan setelah seseorang jatuh sakit. Perubahan gaya hidup secara bertahap, mulai dari menjaga pola makan hingga rutin beraktivitas fisik, dinilai dapat membantu menekan risiko penyakit kronis dalam jangka panjang.
Pakar kardiologi dari University College London (UCL), Profesor John Deanfield, mengatakan sistem kesehatan yang tangguh tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan menangani penyakit dan krisis. Upaya mencegah penyakit serta mengendalikan faktor risiko sejak dini juga perlu diperkuat.
“Kita harus meningkatkan kemampuan dalam mencegah penyakit dan mengelola risiko. Ini adalah konsep yang paling penting,” ujar Deanfield dalam The 3rd Symposium of Indonesian Health Resilience Association (SIERA) 2026 di Jakarta baru-baru ini.
Menurut Deanfield, pendekatan kesehatan di berbagai negara masih lebih banyak berfokus pada pengobatan dibandingkan pencegahan. Ia menyebut sekitar 98 persen belanja kesehatan digunakan untuk pengobatan, sedangkan hanya 2 persen dialokasikan untuk upaya preventif atau pencegahan.
Kondisi tersebut menunjukkan perlunya perubahan strategi agar faktor pemicu penyakit dapat ditangani sebelum berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.
“Kita harus bergerak ke hulu untuk mengatasi konsekuensi yang muncul di hilir. Kita perlu menangani faktor-faktor penyebab penyakit sejak dini, bukan hanya menangani dampaknya ketika penyakit sudah berkembang,” tegasnya.
Penyakit kardiovaskular, obesitas, dan berbagai masalah kesehatan yang berkaitan dengan penggunaan tembakau merupakan contoh risiko yang membutuhkan perhatian sejak dini. Sebagian risiko tersebut dapat dikurangi melalui kebiasaan sehari-hari, seperti memperbaiki pola makan, meningkatkan aktivitas fisik, dan menghindari paparan faktor yang membahayakan kesehatan.
Namun, Deanfield mengingatkan bahwa perubahan gaya hidup tidak harus dilakukan secara drastis sekaligus. Kebiasaan kecil yang realistis dan dijalankan secara konsisten justru dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022