Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Rian Alfianto
Rabu, 28 Oktober 2026 | 01.53 WIB

Cegah Penyakit Sejak Dini, Langkah Kecil Bisa Berdampak Besar bagi Kesehatan

John Deanfield, pakar kardiologi dari University College London (UCL) dalam sambutannya di The 3rd Symposium of Indonesian Health Resilience Association (SIERA) 2026. (Rian/JawaPos.com) - Image

John Deanfield, pakar kardiologi dari University College London (UCL) dalam sambutannya di The 3rd Symposium of Indonesian Health Resilience Association (SIERA) 2026. (Rian/JawaPos.com)

JawaPos.com - Pencegahan penyakit perlu menjadi prioritas dalam sistem kesehatan nasional, bukan sekadar mengandalkan pengobatan setelah seseorang jatuh sakit. Perubahan gaya hidup secara bertahap, mulai dari menjaga pola makan hingga rutin beraktivitas fisik, dinilai dapat membantu menekan risiko penyakit kronis dalam jangka panjang.

Pakar kardiologi dari University College London (UCL), Profesor John Deanfield, mengatakan sistem kesehatan yang tangguh tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan menangani penyakit dan krisis. Upaya mencegah penyakit serta mengendalikan faktor risiko sejak dini juga perlu diperkuat.

“Kita harus meningkatkan kemampuan dalam mencegah penyakit dan mengelola risiko. Ini adalah konsep yang paling penting,” ujar Deanfield dalam The 3rd Symposium of Indonesian Health Resilience Association (SIERA) 2026 di Jakarta baru-baru ini.

Menurut Deanfield, pendekatan kesehatan di berbagai negara masih lebih banyak berfokus pada pengobatan dibandingkan pencegahan. Ia menyebut sekitar 98 persen belanja kesehatan digunakan untuk pengobatan, sedangkan hanya 2 persen dialokasikan untuk upaya preventif atau pencegahan.

Kondisi tersebut menunjukkan perlunya perubahan strategi agar faktor pemicu penyakit dapat ditangani sebelum berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.

“Kita harus bergerak ke hulu untuk mengatasi konsekuensi yang muncul di hilir. Kita perlu menangani faktor-faktor penyebab penyakit sejak dini, bukan hanya menangani dampaknya ketika penyakit sudah berkembang,” tegasnya.

Perubahan Gaya Hidup Tak Harus Dimulai dengan Langkah Besar

Penyakit kardiovaskular, obesitas, dan berbagai masalah kesehatan yang berkaitan dengan penggunaan tembakau merupakan contoh risiko yang membutuhkan perhatian sejak dini. Sebagian risiko tersebut dapat dikurangi melalui kebiasaan sehari-hari, seperti memperbaiki pola makan, meningkatkan aktivitas fisik, dan menghindari paparan faktor yang membahayakan kesehatan.

Namun, Deanfield mengingatkan bahwa perubahan gaya hidup tidak harus dilakukan secara drastis sekaligus. Kebiasaan kecil yang realistis dan dijalankan secara konsisten justru dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore