Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Rian Alfianto
Selasa, 27 Oktober 2026 | 05.32 WIB

Dukungan Keluarga jadi Kekuatan Anak Hadapi Pengobatan Penyakit Serius

Ilustrasi anak mendapat pendampingan saat menjalani penyakit serius. (Istimewa) - Image

Ilustrasi anak mendapat pendampingan saat menjalani penyakit serius. (Istimewa)

JawaPos.com - Anak yang menjalani pengobatan penyakit serius membutuhkan lebih dari sekadar perawatan medis. Kehadiran orang tua, dukungan emosional, serta lingkungan yang aman dan nyaman dapat membantu anak menghadapi proses pengobatan yang panjang, terutama ketika harus dirawat jauh dari rumah.

Namun, keluarga pasien kerap menghadapi persoalan lain di luar kondisi kesehatan anak. Biaya penginapan, transportasi, kebutuhan sehari-hari, hingga hilangnya penghasilan karena harus meninggalkan pekerjaan dapat menambah tekanan selama masa perawatan.

Situasi tersebut menjadi tantangan bagi keluarga yang harus membawa anak ke rumah sakit rujukan di kota lain. Di tengah kekhawatiran terhadap kondisi buah hati, orang tua juga perlu menjaga kesehatan fisik dan mental agar tetap mampu mendampingi anak.

Karena itu, dukungan bagi keluarga menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kesejahteraan anak selama menjalani pengobatan. Akses terhadap tempat tinggal sementara dan lingkungan sosial yang suportif dapat membantu meringankan beban keluarga sekaligus memberi anak rasa aman di tengah situasi yang tidak mudah.

Tekanan Pengobatan Penyakit Serius terhadap Anak dan Orang Tua

Pengobatan penyakit serius pada anak dapat memengaruhi kehidupan seluruh anggota keluarga. Orang tua harus menyesuaikan rutinitas, memahami kebutuhan medis anak, serta menghadapi ketidakpastian selama proses perawatan.

Bagi keluarga yang berasal dari luar daerah, tantangan tersebut bertambah dengan kebutuhan akomodasi dan biaya hidup di sekitar rumah sakit. Ketika pengobatan berlangsung lama, tekanan finansial dapat memperburuk kecemasan yang sudah dirasakan orang tua.

Dalam kondisi seperti ini, dukungan sosial menjadi salah satu sumber kekuatan bagi keluarga. Kesempatan beristirahat, berbagi pengalaman dengan keluarga lain, dan memperoleh bantuan untuk kebutuhan dasar dapat membantu orang tua menghadapi masa perawatan.

Dukungan tersebut bukan pengganti penanganan medis atau layanan kesehatan mental profesional. Namun, lingkungan yang mendukung dapat melengkapi perawatan dengan membantu keluarga mempertahankan kondisi emosional selama mendampingi anak.

Tantangan tersebut dialami Angeline, anak berusia 10 tahun asal Rembang, Jawa Tengah. Pada Februari 2026, ia didiagnosis mengalami sindrom Guillain-Barré atau Guillain-Barré syndrome (GBS), yaitu gangguan neurologis ketika sistem kekebalan tubuh menyerang saraf tepi.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore