
Ilustrasi seseorang menahan buang air kecil (Magnific)
JawaPos.com - Hampir setiap orang mungkin pernah menahan buang air kecil, terutama ketika sedang dalam perjalanan, sibuk beraktivitas, atau sulit menemukan toilet. Meski sering kali dianggap sebagai hal sepele dan bukan masalah besar, kebiasaan ini jika sering dilakukan bisa berdampak serius bagi kesehatan.
Kebiasaan menunda buang air kecil dapat membuat urine tertahan lebih lama di dalam kandung kemih. Kondisi ini dapat mengganggu pengosongan kandung kemih sehingga urine yang tersisa berisiko menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan memicu infeksi saluran kemih.
Apabila infeksi menyebar hingga ke ginjal, kondisi tersebut dapat menimbulkan komplikasi serius. Lantas, apa saja bahaya lain yang bisa terjadi akibat terlalu sering menahan buang air kecil? Melansir dari Alodokter dan Hellosehat, Jum’at (9/10), berikut beberapa dampak yang dapat terjadi.
1. Menimbulkan Rasa Nyeri dan Tidak Nyaman
Menahan buang air kecil terlalu lama dapat membuat kandung kemih semakin penuh dan meregang sehingga menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman. Rasa ini biasanya terasa di bagian bawah perut dan dapat mereda setelah buang air kecil. Namun, jika kebiasaan ini terus dilakukan, fungsi kandung kemih dapat terganggu dan menyebabkan seseorang kesulitan mengeluarkan urine.
2. Meningkatkan Risiko Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Buang air kecil membantu mengeluarkan bakteri dari saluran kemih. Ketika seseorang terlalu sering menundanya, urine dapat tertahan lebih lama di dalam kandung kemih. Kondisi ini memberi kesempatan bagi bakteri untuk berkembang biak dan meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK).
Baca Juga:Konflik Gaza Picu Gelombang Solidaritas Warga Inggris yang Menuntut untuk Mengubah Kebijakan Israel
Meski begitu, menahan buang air kecil tidak selalu menyebabkan infeksi. Risiko ISK juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain, seperti kurang minum air dan gangguan yang membuat kandung kemih sulit dikosongkan. Oleh karena itu, sebaiknya jangan membiasakan diri menunda buang air kecil agar urine dapat dikeluarkan secara teratur.
3. Inkontinensia Urine
Selain meningkatkan risiko ISK, kebiasaan menunda buang air kecil terlalu sering juga dapat mempengaruhi kemampuan kandung kemih dalam mengontrol keluarnya urine. Jika fungsi kandung kemih terganggu, seseorang berisiko mengalami inkontinensia urine, yaitu kondisi ketika urine keluar tanpa bisa dikendalikan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022