Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Oktober 2026 | 01.24 WIB

Pes Pneumonik Bisa Menular Lewat Udara, Kenali Gejala dan Bahayanya

Ilustrasi virus. (Global Virus Network). - Image

Ilustrasi virus. (Global Virus Network).

JawaPos.com - Pes pneumonik merupakan bentuk infeksi Yersinia pestis yang menyerang paru-paru dan dapat berkembang sangat cepat. Berbeda dengan pes bubonik yang umumnya berkaitan dengan pembengkakan kelenjar getah bening, pes pneumonik dapat menular langsung dari orang ke orang melalui partikel pernapasan.

Penyakit ini menjadi perhatian setelah muncul laporan dugaan kasus di Siberia, Rusia. Seorang pekerja lembaga penelitian pes dekat Irkutsk dilaporkan meninggal setelah mengalami pneumonia berat. Namun demikian, otoritas Rusia belum mengkonfirmasi secara resmi bahwa pes menjadi penyebab kematiannya.

Di tengah laporan tersebut, penting memahami apa sebenarnya pes pneumonik, bagaimana penyakit ini menular, serta gejala yang perlu diwaspadai.

Apa Itu Pes Pneumonik?

Mengutip berbagai jurnal, pes pneumonik adalah infeksi paru-paru yang disebabkan bakteri Yersinia pestis. Bakteri yang sama juga menyebabkan dua bentuk pes lainnya, yakni pes bubonik dan pes septikemik.

Perbedaannya terletak pada bagian tubuh yang terutama terkena dan bagaimana penyakit tersebut berkembang. Pes pneumonik secara khusus menyerang sistem pernapasan. Penyakit ini dapat muncul sebagai infeksi primer setelah seseorang menghirup bakteri dari partikel pernapasan penderita lain.

Pes pneumonik juga dapat menjadi komplikasi dari pes bubonik atau pes septikemik. Ketika infeksi tidak ditangani dan bakteri menyebar melalui aliran darah hingga mencapai paru-paru, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi pes pneumonik sekunder. Salah satu hal yang membuat pes pneumonik berbeda adalah kemampuannya menyebar langsung dari manusia ke manusia.

Penularan dapat terjadi ketika seseorang menghirup droplet atau aerosol yang mengandung bakteri dan dikeluarkan oleh penderita ketika batuk atau bersin. Karena melibatkan saluran pernapasan, penularan dapat terjadi ketika terdapat kontak dekat dengan orang yang mengalami infeksi paru-paru akibat Yersinia pestis.

Inilah alasan mengapa pasien yang dicurigai mengalami pes pneumonik perlu segera mendapatkan penanganan dan tindakan pencegahan penularan.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore